TNI AL Perketat Penjagaan Kawasan FTZ

0
750
Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatnof-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Peredaran rokok tanpa cukai di luar kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Kota Tanjungpinang semakin marak. Padahal, kawasan FTZ di Tanjungpinang hanya ditetapkan di Senggarang dan Dompak saja.

Padahal, beredarnya rokok tanpa cukai di luar kawasan FTZ merugikan negara dari sektor penerimaan pabean. Kini, Lantamal IV memperketat penjagaan keluarnya barang-barang dari kawasan FTZ. Kawasan FTZ di Kepri hanya ada di Batam, Bintan dan Karimun. Itupun tidak semua daerah dijadikan kawasan FTZ.

Baca Juga :  Akhir Agustus, Gerak Jalan Digelar

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno mengatakan, adanya penangkapan penyelundupan miras yang berhasil digagalkan Lanal Dabo Singkep, membuktikan barang FTZ marak beredar di luar kawasan. Barang yang disita Lanal Dabo ilegal. Muatan kapal berisi miras itu termasuk barang-barang FTZ Batam yang dikeluarkan tanpa ada manifes yang lengkap.

”Salah satu pangkalan kami Lanal Dabo Singkep berhasil menggagalkan (miras ilegal) pengiriman miras ilegal. Barang ini keluar dari Batam secara ilegal,” katanya Jumat (19/1).

Baca Juga :  Bintan Masih Kuasai Aset

Menurut dia, banyak barang sandang pangan dan seluruh komoditas kebutuhan lainnya dari luar masuk kawasan FTZ Batam tanpa cukai. Selanjutnya, Eko menjelaskan, para pelaku ekonomi memanfaatkan barang FTZ tanpa cukai yang masuk Batam dikeluarkan dengan cara ilegal demi keuntungan yang lebih besar.

”Barang masuk Batam boleh, kalau barangnya mau dibawa keluar harus urus dulu manifesnya. Namanya manusia, pelaku ekonomi akan berupaya mengeluarkan barang dari Batam ke pulau-pulau sebaran lainnya,” ujar dia.

Untuk menjaga adanya penyelundupan barang-barang FTZ keluar dari Batam, Eko berharap aparat di Batam seperti TNI-Polri dan Bea Cukai meningkatkan pengawasan barang FTZ keluar dari Batam. ”Pemerintah pusat selalu bertanya kenapa Batam terus menjadi sorotan. Kita aparat di laut terus menjaga kebocoran-kebocoran yang dapat merugikan negara,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here