TNI dan BNN Tangkap Pembawa 65 Ribu Ekstasi

0
135
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Roy Sinaga saat jumpa pers,

MEDAN – Tim Gabungan TNI AD dan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap pelaku sindikat narkotika berupa 65 ribu butir pil ekstasi.

Menurut Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan Kolonel Inf Roy Sinaga, pengungkapan sindikat narkotika ini berawal dari penangkapan 2 oknum anggota TNI AD yang menjadi kurir narkotika. Saat itu, kedua oknum prajurit ini membawa pil ekstasi dari Provinsi Riau menuju Cilegon. “Saat di agen bus ALS di daerah Cilegon, Merak, Banten,” kata Kapendam Rabu (17/10/2018) dalam rilisnya yang diterima Tanjungpinang Pos.

Menurut Kapendam Roy Sinaga, kedua oknum TNI ini sudah diamankan sejak 29 September 2018 sekitar pagi sekitar pukul 05.00 WIB oleh tim gabungan TNI bersama BNN.
“Oknum anggota TNI AD ini sudah ditahan sejak 18 hari lalu oleh tim gabungan. Masing-masing Kopda ED dan Praka RM yang merupakan anggota Yonif 132/Bima Sakti Kodam I/Bukit Barisan,” sebut Roy Sinaga dalam rilisnya.

“Dulu sudah kita sampaikan ke media. Kedua tersangka sempat diamankan petugas gabungan di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur berserta barang bukti berupa pil ekstasi 65 ribu butir warna pink,” tambahnya.

Kata Kapendam Roy Sinaga, pada siang harinya kedua oknum tersebut diserahkan dan diamankan di Pomdam Jaya/Jayakarta, sedangkan barang buktinya berupa pil ekstasi masih berada di kantor BNN.

Setelah menerima laporan tentang penangkapan, sebutnya, maka pihak Kodam I/BB melalui Pomdam I/BB menjemput kedua oknum anggota tersebut untuk dibawa dan diperiksa awal di Pomdam I/BB.

“Sesuai UU RI No 31 tahun 1997 dimana locus delicti (tempat kejadian) dan tempos delicti (waktu kejadian) berada di wilayah Kota Cilegon, maka proses penyidikan selanjutnya dilaksanakan di Pomdam III/Slw. Oleh karena itu, pihak Kodam I/BB melalui Pomdam I/BB pada tanggal 11 Oktober lalu menyerahkan kedua oknum tersebut ke Pomdam III/Slw untuk proses penyidikan pelaku,” jelasnya.
Kodam Bukit Barisan, sambungnya, sangat serius menangani permasalahan ini, sebagaimana komitmen Panglima TNI dan Kasad bahwa prajurit TNI, haram hukumnya bersentuhan dengan narkoba. Kita akan proses secara tuntas. Jika terbukti bersalah pasti mendapatkan hukuman yang berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bagi prajurit TNI.

Menurutnya, Kodam I/BB sudah melakukan tindakan preventif dan berulang kali memberikan pengarahan kepada prajurit beserta keluarganya. Pengarahan itu dilakukan melalui Komandan Satuan yang sifatnya internal seperti Jam Komandan, sosialisasi dan kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dilakukan secara acak, mendadak dan sifatnya rahasia.

“Dalam setiap kesempatan Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadillah selalu menyampaikan kepada prajurit untuk menjauhi barang haram ini dan katakan tidak pada narkoba. Untuk itu, Jika terbukti bersalah maka Pangdam tidak segan-segan akan memproses pemecatannya. Jangan ragukan itu, ini sudah menjadi komitmen kita bersama. Kita tidak akan menutup-nutupi atau memperlambat. TNI AD juga menyerahkan proses pengembangan dalangnya kepada BNN atau Polri. Kita siap membantu sepenuhnya. Pengguna saja kita pecat, apalagi kalau ternyata mereka terbukti sebagai pengedar,” pungkas Alumni Akmil 1997 ini. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here