TNI Perketat Penjagaan di Perbatasan

0
1425
BUKA BERSAMA: Para pejabat, tokoh adat, tokoh agama, insan pers, masyarakat dan anak panti asuhan buka puasa bersama dengan pihak Danrem 033 WP, Rabu (7/6). f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Munculnya separatis di Filipina yang jaraknya sangat berdekatan dengan Indonesia, membuat TNI makin waspada dalam menjaga wilayah perbatasan. Terlebih lagi di Kepri sudah pernah ada yang ditangkap seperti di Batam pada tahun lalu.
Menurut Danrem 033/WP Kepri, Brigjend TNI Fachri, sejauh ini belum ada tanda-tanda ISIS dan paham komunis di Kepri.

”Mesti tidak ada tanda-tanda, namun kita tetap terus mengantisipasi dan mudah-mudahan memang benar tidak ada,” ucap Brigjend TNI Fachri usai buka puasa bersama bertajuk Kebhinekaan yang digelar di Markas Komando Resort (Makorem) 033/WP Senggarang, Rabu (7/6).

Saat ditanya tentang pengamanan di wilayah perbatasan, Fachri menyebut karena Kepri merupakan wilayah perbatasan, jadi tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan oleh ISIS. ”Bisa saja di perbatasan dengan Kalimantan, dan saat mereka tertekan, tidak menutup kemungkinan mereka mencari perbatasan yang lain untuk masuk,” ucapnya.

Selain itu, Fachri juga menyinggung tentang maraknya pembahasan Persekusi belakangan ini. Menurutnya, pihak TNI akan mencegah kemungkinan terjadinya Persekusi itu.

”Buka puasa bersama pimpinan instansi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan bersama insan pers dalam rangka merekat kebhenekaan,” sebutnya.

Sebelumnya Danrem mengatakan, momentum buka puasa bersama ini sangat bermanfaat karena di samping sebagai ajang silaturahim mempererat hubungan dan kerja sama, juga dapat menjadi wahana untuk saling memperkuat ikatan kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan.

”Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh dan kuat, yang dibangun di atas dasar ajaran dan nilai-nilai keagamaan akan sangat berguna untuk meningkatkan semangat kebersamaan dalam membangun Provinsi Kepri yang lebih baik demi keutuhan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Danrem mengharap, semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan. Harus diingat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang mempunyai beragaman berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan. Maka dari itu ia mengajak menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk menjaga keutuhan persatuan dan persaudaraan.

”Kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong-royong dan toleran untuk bersatu padu membentuk Indonesia dalam kebhinneka tunggal ika-an kita,” sebutnya.

Kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sedang mengalami tantangan. Kebhinekaan Indonesia sedang diuji. Dimana ada pandangan dan tindakan yang dapat mengancam kebhinekaan dan keikaan.

Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik itu, Danrem mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu dan lainnya. (cr27)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here