TNI Terlibat Narkoba, Tak Ada Ampun

0
499
Brigjend Inf Gabriel Lema

TANJUNGPINANG – Komandan Korem (Danrem) 033/WP, Brigjend Inf Gabriel Lema menegaskan, tidak ada toleransi bagi prajurit TNI di bawah komando dirinya yang terlibat terhadap narkoba. Menurutnya siapapun dia, kalau sudah terlibat narkoba, tidak ada ampun apalagi diminta untuk proses rehabilitasi.

”Kita berupaya musuh negara itu dibasmi, nol kan, ditiadakan. Kalau sampai terjadi, kita proses sesuai ketentuan hukum, kalau pecat, karena di TNI tidak mengenal rehabilitasi,” katanya kepada Tanjungpinang Pos, usai mengikuti Rapat kerja (Raker) BNN Provinsi di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (31/1) kemarin.

Baginya TNI tidak akan tebang pilih siapa saja prajurit yang memakai narkoba. Gabriel menegaskan tidak ada masa rehabilitasi bagi prajurit TNI yang memakai narkoba. Yang dikenal TNI adalah penindakan, karena TNI adalah masyarakat yang sehat, baik secara mental, fisik, maupun akademik.

”Kalau satu tidak sehat, maka saya pastikan itu bukan TNI lagi, maka dia harus keluar, setelah itu baru rehabilitasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gabriel menyampaikan, bahwa masalah yang menyangkut narkoba jangankan visi -misi, sampai lagu pun menyatakan bahwa narkoba itu adalah musuh besar negara. Kalau sudah berkaitan musuh negara, maka sudah sewajibnya TNI menyikapi hal itu sebagai musuh bersama.

Satu pola pikir dan satu pola tindak. Dalam unsur TNI menurut dirinya sudah jelas, kalau ada yang tersandung narkoba, maka wajib diambil tindakan hukum. Jadi kalau ada anggota TNI yang melakukan ini, maka mereka bagian dari musuh negara. ”Intinya tegas lah,” ucapnya.

Karena saat ini ruang peredaran gelap narkoba tersebut, sudah tidak bisa lagi diprediksi secara pasti. Bahkan bentuk maupun cara penyalurannya pun beragam. Sampai indikasi makanan yang sering di konsumsi anak-anak hingga orang dewasa pun, bahkan ada yang terdeteksi hal ini. ”Memang yang membuat barang ini, manusia tidak beradab,” terangnya.

Meskipun dalam penjabarannya, BNN serta Pemprov Kepri bahwa, celah dan ruang masuknya narkoba tersebut sulit diprediksi. Namun menurutnya, masyarakat dan aparat penegak hukum tidak boleh pesimis, melainkan harus optimis.

”Minimal, dalam rangka menghadapi musuh itu kita harus mampu menyiapkan diri dengan baik. Protek tetapi punya kemampuan untuk mengantisipasi, di samping itu, kita harus tularkan sosialisasi dan bentengi masyarakat, saat ini,” tuturnya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here