TNI Turut Awasi Pelabuhan dan Bandara

0
605
Letkol Inf Arif Suseno

TANJUNGPINANG – Prajurit Komando Resor Militer (Korem) 033/Wira Pratama Kepri beserta Komando Distrik Militer (Kodim) 0315 Bintan turut menggelar patroli kawasan pelabuhan dan bandara, pada saat arus balik, Sabtu (1/7) lalu. Sarana tersebut dianggap vital untuk wilayah Tanjungpinang dan Bintan.

Hal ini dilakukan, dalam upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat dari gangguan yang tak diinginkan. Terutama serangan yang diduga dari teroris, seperti yang terjadi belum lama ini di Aceh, Medan dan Jakarta.

Turun dalam pelaksanaan patroli, Dandim 0315 Bintan Letkol Inf Arif Suseno, beserta Kasi Intel 033/WP Kepri beserta jajaran lainnya. Patroli dilakukan setelah apel pelepasan di markas Kodim, Batu 6, Tnjungpinang. Letkol Inf Arif Suseno menuturkan, kegiatan patroli sering dilaksanakan. Meski demikian, ada instruksi dari atasan, agar melaksanakan patroli lebih intensif lagi.

”Kita perlu meningkatkan kewaspadaan. Memastikan satu garis komando ini, untuk mampu menjalankan instruksi dari pusat, dan memastikan pelaksanaannya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, sebelum melakukan patroli ke Bintan dan bertemi dengan anggota Komando Rayon Militer (Koramil).

Dituturkannya, Tanjungpinang dan Bintan masuk kawasan rawan, selain Batam. Sebab, menjadi pintu masuk dan keluar orang menuju negara lain. Seperti Singapura dan lainnya, melalui pelabuhan.

”Jangan sampai, ada masyarakat yang mengakunya pergi ke Singapura, tetapi nyatanya pergi ke negara Timur, Suriah yang tergabung dalam kelompok ISIS. Ini juga perlu dipastikan kepada setiap penumpang di pelabuhan,” tambahnya.

Selain pelabuhan, titik vital yang perlu peningkatan kewaspadaan yaitu bandar udara. Peningkatan pengamanan perlu, selain yang sudah dilaksanakan selama ini. Saat disinggung, apakah patroli ini dilaksanakan karena ada indikasi sudah ada jaringan teroris di Kepri, khususnya Bintan dan Tanjungpinang? Letkol Inf Arif Suseno tidak ingin terburu-buru menyimpulkan. Namun meminta masyarakat jangan khawatir. Sebab pihaknya berupaya memberikan rasa aman.

”Saya tidak bisa mengatakan ada indikasi masuknya teroris atau tidak, tetapi kita lebih meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi sedini mungkin,” paparnya. Dalam mengawasi itu, unsur parajurit TNI AD dilengkapi senjata, antisipasi hal tak diinginkan. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here