TNM Kota Lama Harus Dipercantik

0
118
Desain Tanjungpinang Night Market di Jalan Merdeka yang dirancang pemerintah. F-istimewa

TANJUNGPINANG – Program Tanjungpinang Night Market (TNM) di Jalan Merdeka dan sekitarnya harus di pertahankan. TNM awalnya didesain bertujuan untuk menghidupkan kembali perekonomian di kawasan Kota Lama,terutama sore hari hingga malam hari.

Meskipun dalam perjalanannya, TNM mobil toko (Moko) hanya berjalan hanya dua bulan saja.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kota Tanjungpinang Syaiful, kemarin.

”Terkait kelanjutan Tanjungpinang Night Market, Pak Walikota dan Wakil Walita harus melihat secara komprehensif. Jangan berdasarkan like and dislike atau suka dan tidak suka,” kata Syaiful.

Ia memberikan saran, agar lokasi Tanjungpinang Night Market ditata dulu, baik trotoarnya dirapikan, diberi lampu-lampu, dipintu masuk dibuat gapura TNM dan adanya panggung hiburan dari anak musik jalanan atau musik akuistik.

Sehingga masyarakat Tanjungpinang dapat berbelanja dan anak muda bisa berkreasi disana.

Dagangan yang dijajakan Di TNM tersebut bukan berupa makanan dan minuman saja, namun seperti, sourvenir khas Tanjungpinang, baju, sepatu, kaset, handphone dan sebagai macamnya, sehingga TNM dapat menghidupkan pelaku usaha UMKM dan pedagang kaki lima.

Kondisi sekarang, mulai sore hingga malam, kawasan Kota Lama sepi. Hal ini dibuktikan dengan tutupnya puluhan toko di Jalan Merdeka maupun bawah Hotel Tanjungpinang.

Kemudian, TNM didEsain bertujuan sebagai daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Menurutnya, iIstilah Night Market tersebut bukan hal yang baru namun sudah booming dibeberapa kota maupun dinegara lain.

Seperti di Surabaya namanya Kia-kia Night Market, Senggol Night Market. Di Yogyakarta ada Malioboro, di Padang ada Permindo Night Market. Begitu juga beberapa negara, nama Night Market cukup boming.

Seperti di Malaysia ada China Town Night Market, Alor Streat Night Market, Jongker Nigh Market, di Thailand ada Thailan Night Market, Pattaya Night Market, di Bangkok ada Khoisan Nigh Market. ”Saya lihat perlu dibenahi Tanjungpinang Night Market supaya kawasan Kota Lama berkembang lagi di malam hari,” harapnya.

Sambung Syaiful, kita tahu dan harus diakui bahwa banyak wisatawan yg datang bahkan puluhan bus datang dari Bintan setiap minggunya, namun mereka (turis) hanya numpang lewat saja, atau berkunjung ke Penyengat, mereka berfoto di gedung gonggong, patung seribu setelah itu mereka ke Bintan dan menginap lagi di Kota Batam.

”Desain Tanjungpinang Night Market tersebut bukan seperti yang kita lihat seperti waktu launching dan berjalan sekitar dua bulan itu. Tidak ada daya tariknya, karena hal tersebut diakukan secara mendadak,” ujarnya.

Namun di desain Tanjungpinang Night Market cukup cantik dan fantastis, lebih keren dari Night Market yang Ada di Hongkong, Thailand, Malaysia, Surabaya dan Yogyakarta. ”Saya berharap di bawah kepemimpinan pak Syahrul dan bu Rahma dapat mengkaji hal ini secara konfrensif, saya sudah membahas hal ini dengan beliau, jika program tersebut bagus untuk meningkatkan perekonomian kenapa tidak untuk dilanjutkan, tinggal untuk dibenahi agar lebih maksimal,” ujarnya.

Ia yakin, bila ini diterapkan kawasan Kota Tua di malam hari akan ramai dikungjungi. Sebab, daerah lainnya, justru kota tua yang banyak dikunjungi turis. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here