Toko Tutup, Peredaran Uang Melemah

0
118
SUASANA pertokoan milik warga tionghoa banyak yang masih tutup, karena merayakan Imlek 2019, Kamis kemarin. f-jendaras/tanjungpinang pos

TANJUNGUBAN – Dua hari setelah Tahun Baru Imlek 2019, beberapa pertokoan masih tutup, Kamis (7/2) kemarin. Akibatnya, transaksi jual beli dan peredaran uang melemah.

Seperti sebagain besar pertokoan di Jalan Merdeka, RE Martadinata, Yos Sudarso hingga Permaisuri Tanjunguban, masih banyak yang belum beroperasi. Dampak tutupnya dari pertokoan tersebut juga berdampak bagi beberapa barang yang sulit dicari.

Ali, seorang warga Tanjunguban juga turut merasakan dampak dari tutupnya beberapa pertokoan tersebut. Menurutnya, hal tersebut lumrah karena sedang hari raya.

”Tadi saya cari semen, ternyata tutup. Ada toko yang buka, tapi stoknya habis. Ya gimana lagi, lupa juga kalau Imlek, kirain udah buka kan dah dua hari Imlek,” sebutnya.

Ahuat, seorang warga tionghoa yang merayakan Imlek mengatakan, saat perayaan Imlek, biasanya akan berkumpul bersama keluarga dan saling mengunjungi.

”Ya biasa lah hari raya pasti ada open house, kumpul keluarga dan berkunjung ke keluarga dan orang tua,” katanya.

Di tahun shio Babi Tanah 2019 ini pun ia terus mengharap berkah kepada sang pencipta, semoga di tahun ini rejeki dan keberuntungan terus menghampiri.

”Wajar lah kalau toko-toko pada tutup,” ujarnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here