Tokoh Agama Minta Dinikahkan Langsung di Tempat

0
961
Diintrogasi: Pasangan kumpul kebo yang terjaring razia di wisma saat diintrogasi petugas Satpol PP, kemarin. f-yoan/tanjungpinang pos

Pasangan Mesum banyak yang Digerebek

Meski masih bulan puasa, masih banyak ditemukan pasangan kumpul kebo atau mesum yang tertangkap. Seks di luar nikah itu bagai sudah membudaya meski dosanya teramat besar. Dari dua kali razia yang digelar ada puluhan pasangan yang ditangkap.

Tanjungpinang – Bahkan, tokoh agama meminta agar pelaku mesuk dinikahkan saja langsung di tempat. Seperti dari razia yang dilakukan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang terus berjalan hingga Kamis (22/6) dini hari.

Razia awalnya dilakukan dipusatkan di penginapan kelas melati dan kos-kosan kawasan pelantar 1 dan Jalan Bintan. Namun suasananya sudah sepi dan kosong. Beberapa penghuni yang masih ada beralasan banyak rekannya yang sudah mudik ke kampung halaman.
Kecuali di wisma Lestari, petugas Satpol PP mendapati sepasang penyewa kamar yang tidak bisa menunjukkan identitas resmi. Kepada wartawan, Kepala Bagian Operasional, Supriadi mengatakan, pasangan dengan inisial DD dan MR ini bukanlah warga Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Produk Unggul, Pertegas Kemaritiman Kepri

”Dari identitasnya, mereka warga Tanjunguban-Bintan, namun karena terjaringnya di wilayah kita maka tetap kita gelandang di markas Satpol PP Tanjungpinang,” jelas Supriadi. Dia melanjutkan, razia penertiban perda ini akan berlangsung hingga 23 Juli, mengingat pada 24 Juli sejumlah petugas akan dikerahkan untuk fokus dalam pengamanan pasar.

”1-H itu puncaknya masyarakat belanja, maka kita pusatkan untuk membantu penertiban di sana (Pasar Baru, red),” kata dia yang mengaku sebanyak 30 orang personil Satpol PP yang ditugaskan di sekitaran pasar. Di tempat terpisah, salah satu Imam Masjid Raya Tanjungpinang, Maulida Mustado merasa prihatin terkait masih adanya pasangan yang tidak sah mengadu mesra selama Ramadan.

Baca Juga :  RDK dan Tanjungpinang Pos Raih Anugerah Pariwisata Kepri

Bahkan, ustaz yang juga karyawan Universitas plat merah ini berharap di tahun depan, Pemerintah Kota Tanjungpinang mau memberlakukan sanksi berupa nikah di tempat. ”Kalau saya tidak salah, tahun lalu itu sanksinya nikah di tempat, kenapa tahun ini tidak? Harus ada efek jera untuk menekan jumlah maksiat di Tanjungpinang ini. Semoga tahun depan, hukuman nikah di tempat bisa diterapkan kembali,” bebernya.(YOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here