Tol Batam Harus Buka Akses Baru

0
1076
JALAN flyover Simpang Jam Batam dibangun pakai dana APBN dan sudah difungsikan.f-istimewa

BATAM – Pemerintah Pusat sudah menyiapkan rencana pembangunan jalan tol di Batam sesuai Perpres No.58 tahun 2018. Jalan tol sepanjang 25 kilometer direncanakan untuk mempermudah akses dari Batuampar ke Bandara Hang Nadim dan Mukakuning.

Wali Kota Batam, HM Rudi mendukung rencana itu. Namun diminta agar jalan tol dibangun dengan membuka akses baru.

HM Rudi mengatakan, permintaan itu disampaikan kepada tim Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) sehari sebelumnya. Tim PUPR diakui datang bersama tim dari BUMN Hutama Karya, yang akan membangun jalan tol Batam.

”Mereka membicarakan letak posisi jalan tol. Buka jalan baru. Karena kalau di jalan yang ada dibangun, ruas jalan tidak bertambah,” tegas Rudi, Selasa (11/12).

Permintaan itu disampaikan Rudi karena jika dibangun di ruas jalan yang lama, akan mengganggu. ”Mengganggu lalu lintas. Sekarang jalan sudah diperindah. Kita tidak mau diganggu lagi. Selain itu, (celah) fly over yang dibangun ini (Simpang Jam) juga belum tahu apa sesuai dengan space jalan tol atau tidak,” sambungnya.

Baca Juga :  Ayo Buru Beasiswa

Meski demikian, ditegaskan lagi jika niat mereka meminta akses baru, karena ingin penambahan ruas jalan. Karena itu, Rudi meminta agar survei dilakukan lagi untuk jalan tol 25 Km ini dari Batuampar sampai Nongsa, baru Mukakuning.

”Mereka akan survei lagi dan akan dipaparkan lagi,” beber Rudi.

Disebutkannya, PUPR harus melihat kondisi jalan di Batam dalam kaitan row. Sehingga dinilai, jika bukan jalan tol, maka pilihannya jalan layang. Dimana, jika jalan layang disebutkan Rudi bisa di atas hutan. Ini bahkan dinilai lebih baik, karena tidak mengambil lahan di jalan yang ada, termasuk row jalan yang ada.

”Ada nggak Row jalan yang baru bisa dibuka? Kalau tidak, jalan layang. Kalau jalan layang di atas hutan bisa. Saya lebih suka jalan layang di atas hutan. Itu hebat,” imbuh Rudi.

Harapan agar jalan tol dibuka di akses baru, karena ingin agar jalan di Batam bertambah. Saat ini dinilai, panjang jalan di Batam tidak bertambah.

Baca Juga :  MPP Bisa Bangkitkan Ekonomi Batam

”Saya ingin menambah ruas jalan. Misalnya kalau sekarang ada panjang ruas jalan di Batam 1.000 Km, dengan akses baru, jadi 1.025 Km. Kalau jalan tol tidak dibangun di atas jalan lama, maka akan ada jalan baru tambahan,” ujar Rudi

Diharapkan Rudi, pembangunan jalan tol, akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan jalan tol, barang atau kontainer yang dibawa ke Pelabuhan Batuampar, tidak terkena macet.

”Agar bisa dibawa ke Singapura langsung tanpa halangan. Karena kalau kontainer, telat sebentar, dendanya Dolar Singapura,” imbuh Rudi mengakhiri.

Sebelumnya, pemerintah pusat mengeluarkan aturan percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional. Di dalamnya, mencantumkan jalan tol Batam yang menghubungkan Batuampar-Mukakuning-Bandara Hang sebagai salah satu proyek strategis. Rencana itu sudah masuk dalam Perpres nomor 58 tahun 2018.

Sebagaimana dalam Perpres nomor 58 tahun 2018 sebagai perubahan Perpres 3 tahun 2016, tentang percepatan proyek strategis nasional, disebutkan jika perubahan sudah melalui kajian dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur.

”Proyek strategis nasional, jalan tol Batuampar-Mukakuning-Bandara Hang Nadim, sepanjang 25 Km, sebagai bagian dari trans Sumatera,” demikian bunyi Perpres itu.

Baca Juga :  Kades Disarankan Bangun Perpustakaan Desa

Selain itu, disebut juga proyek bendungan di Kepri yang sudah berjalan saat ini dan dalam tahap penyelesaian, bendungan Muara Sei Gong. Untuk Sumatera, ada juga pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga, ada di beberapa, selain di Kalimantan dan Jawa.

Ada pembangunan rumah khusus di wilayah perbatasan dan pembangunan bantuan rumah swadaya. Ada juga program industri pesawat jarak menengah N-245, R-80.

Program kebijakan pemerataan ekonomi yang mencakup sertifikasi lahan, perhutanan sosial, legalisasi lahan transmigrasi, pendidikan dan pelatihan vokasi, yang sifatnya nasional.

Sebelumnya,sudah disiapkan DED jalan tol pada tahun 2014. DED tol ini dimasukkan di anggaran Badan Pengusahaan (BP) Batam. Jalan tol itu rencananya dijadikan sebagai jalur bagi kendaraan-kendaraan berat yang membawa bahan dan hasil industri berat. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here