Tol Laut Gerakkan Ekonomi Pulau Midai

0
984
BERKUNJUNG: Pihak Disperindag dan PT MTI saat berkunjung ke Midai untuk Sosialisasi kapal Tol Laut. F-ISTIMEWA

NATUNA – PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Natuna terus berupaya mensosialisaiskan kehadiran kapal Tol Laut di Natuna. Hal ini dalam rangka memaksimalkan program Tol Laut, bagi kelangsungan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah kepulauan.

Kali ini, pemerintah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop Usaha Mikro) Natuna bersama PT Multi Terminal Indonesia (MTI) melakukan sosialisasi tersebut. Sosialisasi kali ini, Pulau Midai dipilih sebagai wilayah kepulauan yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah.

Sekretaris Disperindagkop dan Usaha Mikro Hikmatul Arif mengatakan, kehadiran Tol Laut diwilayah kepulauan selain untuk suplai kebutuhan pokok juga untuk mengangkut hasil bumi, berupa hasil perkebunan mau pun industri kecil menengah ke pasar nasional.

Baca Juga :  Tak Ada Makanan, Rumah Sendiri Dibakar

”Inilah saatnya daerah kepulauan bangkit dengan segala sumber daya alam yang melimpah untuk dipasarkan ke tingkat nasional. Dengan biaya transportasi murah, ekonomi masyarakat akan berkembang,” kata Arif di hadapan camat, pengusaha dan masyarakat Midai dan Suak Midai, Rabu (4/10).

Dijelaskannya, geliat perekonomian di dua kecamatan ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Bukan hanya saat sekarang, namun memang Pulau Midai sejak dahulu sudah terkenal dengan daerah penghasil cengkih terbesar di Natuna.

”Dalam perkembangannya industri pengolahan cengkih pun berkembang, menjadi produk turunan dari daun cengkih yaitu industri penyulingan minyak cengkih. Dimana hasil produk industri minyak cengkih Kecamatan Midai, sudah dikirim ke luar yaitu ke daerah Cileungsi Bogor.

Baca Juga :  Program Kelapa Sawit Ditagih

Sementara itu, Marketing Support PT MTI Lisma mengatakan, ke depan diharapkan beberapa bahan pokok dan barang penting lainnya yang diangkut menggunakan Tol Laut dapat masuk ke Midai.

Mengingat, jarak antara gudang Selat Lampa dengan Midai tidak terlalu jauh. Sehingga, nantinya harga dapat lebih terjangkau lagi. ”Begitu juga sebaliknya, komoditas unggulan dari Midai dapat dibawa keluar misalnya cengkih, kopra dan minyak cengkih sebagai muatan kapal Tol Laut ke Jakarta,” papar Lisma.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here