Tol Laut Juga Memenuhi Ternak se-Indonesia

0
1508
LUNCURKAN KAPAL: Pekerja foto bersama dengan Dirjend Hubla Kementerian Perhubungan serta Hengky Suryawan saat peluncuran kapal pengangkut ternak di galangan kapal PT BSS Batam, Sabtu (26/8). f-abas/tanjungpinang pos

BBS Luncurkan Kapal Kemenhub

BATAM – Tiga kapal ternak buatan putra putri terbaik Kepri yakni KM Camara Nusantara 3, KM Camara Nusantara 4 dan KM Camara Nusantara 6 mampu mengangkut masing-masing 500 ekor sapi. Tiga kapal ini diresmikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bay M Hasani di galangan kapal milik PT Bahtera Bahari Shipyard (BBS) di Batam, Sabtu (26/8). Peluncuran kapal dimulai sejak, Jumat (25/8) hingga Sabtu dan Minggu (25/8) kemarin. ”Saya dapat laporan dari Direktur BBS, kalau yang membuat tiga kapal ternak yang kami pesan ini adalah anak-anak Kepri dan kami bangga,” kata Bay M Hasani, kemarin.

Kata dia, pemerintah pusat dalam Program Tol Laut selain membangun kapal penumpang, kapal kargo juga membangun kapal pengangkut khusus ternak. Dimana kapal khusus ternak dibangun 6 unit, tiga diantaranya dibangun di galangan kapal BBS di Batam. Dua sedang dibangun di Surabaya. Satunya, sudah dioperasikan dari Jakarta ke Kupang, mengangkut 1.500 ekor sapi untuk satu bulan. Namanya, KM Camara I. ”Tahun ini dan tahun depan belum ada pesan pembuatan kapal ini. Anggaran kapal yang dibuat ini multiyears sejak tahun 2015 lalu,” jelasnya.

Kata dia, pembuatan kapal khusus ternak yang dibangun di Batam ini mulai dari awal perakitan hingga selesai dan diluncurankan, 100 persen dikerjakan oleh anak-anak bangsa, tanpa melibatkan tenaga ahli dari luar negeri. Namun kualitas dan kehandalan kapal ini tidak kalah dengan buatan luar negeri. Pembangunan tiga kapal khusus ternak ini juga dikerjakan sesuai jadwal, dimana dikerjakan selama 26 bulan. Kapal ini dikerjakan sesuai dengan sepesifikasi dimana bisa mengangkut sebanyak 500 ekor sapi Bali dan bisa mengangkut barang seberat 150 ton. ”Kapal dirancang khusus sebagai pengangkut ternak (Livestock Vassel) dengan mengusung konsep Aninal Welfare atau kesejahteraan hewan serta Five Fredoom yaitu bebas dari rasa lapar dan haus dan juga tidak membuat stres hewan saat perjalanan,” ujarnya.

Ia juga minta, agar tenaga kerja di BBS, harus dilengkapi asuransi. ”Saya minta kepada Direktur BBS, asuransi sangat penting. Kemudian keselamatan kerja juga harus menjadi utama,” tegasnya.

Ia harapkan, keselamatan kerja proritas. Jangan sampai, kejadian galangan milik BUMN di Bojolagi meledak. Padahal, belum saatnya pekerja bekerja. Pekerja baru mempersiapkan peralatannya, sudah meledak. Kata dia, dibangunnya kapal khusus pengangkut ternak ini untuk memenuhi kebutuhan akan hewan ternak dan daging. Selama ini pengangkutan hewan ternak menggunakan kapal-kapal tradisonal dan juga bahkan digabung dengan kapal barang.

Kondisi tersebut mengakibatkan pasokan ke daerah yang membutuhkan hewan ternak dan daerah yang konsumsi dagingnya tinggi kurang maksimal. Bahkan mengakibatkan harga daging menjadi tinggi, karena pasokan dari daerah penghasil ternak terbatas. ”Kita harapkan dengan beroperasinya kapal khusus pengangkut ternak ini, maka pasokan hewan ternak akan terpenuhi dan akan berpengaruh terhadap ketersediaan daging, juga tentunya harganya akan tetap stabil,” harapnya.

Kapal ini juga dibangun dengan mengedepankan kelayakan bagi hewan ternak tersebut, sebab bila diangkut dengan kapal-kapal tradisional dan kapal barang, kondisi ternak menjadi stres dan berpengaruh terhadap kulitas dagingnya. ”Selama ini hewan ternak yang diangkut secara tradisional mengalami stres yang mengakibatkan kulitas dagingnya menurun. Hasil penelitian, menurunnya kulitas daging mencapai 15 persen dan tentunya merugikan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. BBS, Selamat Budiman berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan, telah dipercaya membangun tiga kapal dari enam paket, pertama diberi nama KM Camara Nusantara 3, KM Camara Nusantara 4 dan KM Camara Nusantara 6. ”Sesuai pesanan kapal ini dikerjakan dengan tepat waktu, sesuai spesifikasi dan juga mengedepankan kualitas terbaik,” katanya.

Dan, kata dia ada 500 tenaga kerja, yang mengerjakan tiga kapal. Sebab, sebelumnya, PT BBS juga menerima pembuatan dua kapal perintis, yakni Sabuk Nusantara 112 dan 115, sudah juga selesai dibuat. ”Kita utamakan keselamatan kerja, mutu kulitas dan tempat waktu,” bebernya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here