Tomas dan Ulama Desak THM Ditutup

0
74
PERSONEL gabungan saat menggelar Razia Pekat Seligi 2017 di tempat hiburan malam. f-DOKUMENTASI/TANJUNGPINANG POS

Memasuki bulan Suci Ramadan, sejumlah tokoh masyarakat dan ulama meminta sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) ditutup.

ANAMBAS – Pernyataan itu salah satunya juga disampaikan seorang tokoh ulama di Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambasmen Muhammad Qosim, kemarin. Bersama tokoh masyarakat lainnya, mendesak kepada pihak Pemerintah Daerah khusus Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dapat menertibkan dan menutup Tempat Hiburan Malam THM saat memasuki bulan Ramadan nanti.

Muhammad Qosim mengatakan, dirinya berharap kepada pihak berwenang untuk dapat menertibkan seluruh THM tanpa terkecuali. Hal itu dilakukan, demi menjaga stabilitas dalam menunaikan ibadah di bulan Ramadan.

”Bukan hanya ditertibkan saja, tapi saya minta semua THM yang ada di Anambas ditutup. Jika tidak dilakukan, maka akan mengganggu umat muslim dalam menunaikan ibadah di bulan Ramadan,” ungkap Muhammad Qosim ketika ditemui.

Selain THM, ia juga meminta Kepada Satpol PP dapat melakukan razia secara rutin di setiap hotel dan penginapan yang ada di Anambas. Razia itu dilakukan, demi menghindar dari perbuatan kenakalan para remaja selama bulan Ramadan.

Tak hanya hotel, ia menambahkan, pihak berwenang juga diminta melaksanakan penertiban terhadap minuman beralkohol (Mikol) yang beredar sesuai dengan kententuan dan peraturan yang berlaku.

”Pada prinsipnya saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, agar dapat saling menghargai dan menghormati khususnya umat muslim ketika saat menunaikan ibadah di bulan Ramadan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Kepulauan Anambas Eko Desi ketika dihubungi sedang ke luar daerah mengatakan, dirinya akan memerintahkan Sekretaris Satpol PP agar menerbitkan surat edaran tentang penertiban THM, miras dan lainnya.

”Sekretaris saya akan mengeluarkan surat edaran tersebut. Beberapa hari yang akan datang, pihaknya akan membentuk tim dalam penertiban dan penindakan pelanggaran tentang Ketertiban Umum,” ucap Eko Desi.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here