Toni Resmi Pimpin REI Kepri

0
1270
Mantan Ketua REI Kepri Yasinul Arief (kanan) memberikan dokumen ke Ketua REI Kepri, Toni, Rabu (14/3).f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Toni resmi memimpin Real Estate Indonesia (REI) Kepri, kecuali Batam tiga tahun ke depan (2017-2020). Ketua Umum DPP REI, Djoko Slamet Oetomo melantik pengurus pengurus REI Kepri di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (14/3).

Djoko Slamet Oetomo mengatakan, jabatan yang diemban Toni adalah sebuah amanah yang diberikan kepercayaan oleh anggota REI Kepri. Jadi, menjadi seorang pemimpin REI harus mampu menampung hingga menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi anggota REI Kepri.

Sambung dia, sesuai selogan REI yang dicanangkan Ketua Umum REI, adalah garda terdepan membangun perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Misalnya, ada permasalahan terkait perizinan yang selalu menghambat Anggota REI Kepri sebagai developer untuk membangun perumahan di Pulau Bintan.

Baca Juga :  Tira Ettawa Pasok Kambing ke Ibukota

”Ini harus dipelajari hingga diselesaikan permasalahnnya. Sehingga tidak ada lagi permasalahan dihadapi para developer yang bergabung di REI Kepri,” ucap dia.

Sementara ituk, Ketua REI Kepri, Toni mengatakan, permasalahan yang sedang dihadapi para pengembang adalah terkait aturan perizinan di pusat. Sehingga perizinan untuk membangun rumah subsidi atau MBR belum singkron di pusat hingga ke daerah.

”Ini bakal berdampak pada saat ingin melakukan KPR di perbankan sedikit ada ganjalan. Kita tunggu saja,” kata Toni.

Nanti, kata Toni, REI Kepri akan membangun kerjasama dengan stakeholder terkait, yaitu PLN, PDAM hingga pemerintah. Karena REI tidak bisa berjalan sendiri tanpa dibantu dengan stakeholder tersebut. ”Kita ini membangun hunian hingga menata jalan serta taman di komplek perumahan yang dibangun pengembang,” terang dia.

Baca Juga :  Ada Globe dan Hiasan Piring Raksasa di Dompak

Sambung dia, jadi jangan samakan REI dengan kontraktor. Kalau kontraktor, habis bangun selesai. Developer atau pengembang tidak bisa seperti itu. Pasalnya, pengembang memiliki tanggungjawab penuh terhadap rumah hingga lingkungan tersebut.

”Kita ini pengembang. Pengembang ini tidak hanya membangun rumah saja.
Tetapi, ada juga pengembang membangun di daerah kawasan wisata, seperti resort.
Karena ada anggota kita sedang membangun di kawasan resort tersebut,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here