Tower Ilegal Tak Jadi Disegel

0
383
Tower bermasalah: Tower yang sempat dipermasalahkan masih berdiri kokoh di Tanjungunggat. F-Abas/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Meski sudah menjadi temuan dewan dalam sidak beberapa waktu lalu, namun pemilik tower tak berizin di RT1/RW1 Kelurahan Tanjungunggat tidak juga diberi sanksi.

Awalnya, menurut pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang, pemilik tower sudah memohon ke Satpol agar tidak segera disegel.

”Mereka mengaku sedang melakukan pembayaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Ho (Hinder Ordonantie atau izin gangguan) ke pemerintah. Jadi kita kasih toleransi. Seperti orang yang sudah jadi tersangka saja, belum ditahan. Jadi, kita tunggu saja,” kata Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang, Irianto kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (5/2).

Kata Irianto, pihaknya tidak hanya mendengarkan alasan sepenuhnya dari pemilik tower tersebut.

Namun, mereka minta bukti berkas tersebut kepada pemilik tower, sehingga Satpol PP tahu, kalau pemilik tower sedang melakukan pembayaran ke Pemko Tanjungpinang.

”Kita minta bukti. Berkas ini sedang diusul oleh pemilik tower ke kita (Satpol PP, red),” ucap dia.

Kalau dalam jangka waktu sampai kapan toleransi diberikan, Irianto mengaku PPNS Satpol PP Kota Tanjungpinang yang lebih tahu.

”Tanya saja langsung dengan PPNS kita. Karena mereka yang tahu detailnya,” sebut dia.

Hal ini dibenarkan Ono Taryono, salah satu PPNS Satpol PP Kota Tanjungpinang saat dikonfirmasi.

Menurut Ono, pihaknya awalnya hendak melakukan penyegelan. Tetapi, pihak pemilik tower minta tenggang waktu kepada Satpol PP, dengan alasan, pemilik tower sedang melakukan pembayaran IMB dan Ho.

”Kita tunggu sampai Senin hingga Selasa saja. Kalau tidak ditunjukkan surat-surat tersebut, maka kita akan lakukan penindakan,” ucap dia.

Tindakan yang akan dilakukan Satpol PP nanti, menurutnya adalah penyegelan tower serta melayangkan surat teguran pertama ke pemilik tower.

Kalau tidak juga diindahkan pemilik tower tersebut, maka pihaknya akan kembali melayangkan surat teguran hingga tiga kali.

”Sesuai aturan tiga kali. Setelah itu, baru kita robohkan sesuai aturan. Tapi, semua ini tergantung perintah dari Kasat (Irianto, red),” sebut dia.

Sebelumnya, mantan Kepala BP2T Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan mengatakan, dirinya belum pernah menerima dan tidak pernah menandatangani berkas IMB dari pengajuan pemilik tower tersebut.

Senada dengan Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) Kota Tanjungpinang, Hamalis.

Dia mengatakan, semenjak dirinya di PM dan PTSP belum pernah ia menerima berkas untuk mendirikan tower tersebut.

”Sampai sekarang saya belum ada teken berkas IMB tower itu. Tapi, tak tahulah kalau berkas itu sudah ada masuk, sebelum saya dinas di sini. Karenakan saya baru di sini. Nanti, saya mau cek dulu,” sebut Hamalis. (Andri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here