TPF Datangi Polres, Kejari dan Lapas

0
506
Tim pencari fakta saat brtemu dengan Plt Kalapas Kotabaru, Selasa (10/7/2018)

Ungkap Penyebab Kematian Wartawan di Kotabaru

KOTABARU – Tim Pencari Fakta Meninggalnya Wartawan Muhamad Yusuf yang dibentuk oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 21 Juni, suah mulai bekerja sejak 22 Juni lalu. Tugas TPF mengumpulkan dan mencocokkan data dan informasi atas kematian M yusuf. Tim yang bergerak ke Kotabaru yaitu Wina Armada sebagai pemimpin, Firdaus dan Zainal Hilmi sebagai anggota.
Firdaus anggota TPF, sewaktu dimintai informasi seputar data yang telah didapat, mengatakan TPF terus bekerja dan bergerak.
Muhammad Yusuf (43) wartawan yang meninggal di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, Minggu (10/6) Juni lalu, masih menyisahkan pertanyaan bagi kalangan pers.
Untuk mendapatkan informasi yang benar dan kepastian terkait kasus meninggalnya wartawan Muhamad Yusuf, Tim Pencarian Fakta PWI menemui Penyidik Polres Kota Baru, AKP Suria Miftah Irawan, SH. SIK yang didampingi para tim penyidik, Senin (9/7).
“Kehadiran kami rencananya bertemu Kapolres Kotabaru untuk mendapatkan informasi yang akurat berkenaan dengan kasus kematian wartawan M.Yusuf. Akan tetapi, diwakili Kasat Reskrim Suria Miftah Irawan. Kita hanya mendalami prosedur yang dilakukan telah sesuai dengan MoU antara Polri dan Dewan Pers atau tidak,” terang Wina Armada Sekretaris TPF yang juga sekretaris Dewan kehormatan PWI Pusat ini.
Di tempat yang sama, Firdaus menjelaskan, untuk mengungkap fakta kasus M Yusuf yang dijebloskan ke penjara setelah menulis kisruh sengketa perebutan lahan di antara PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) dan warga Pulau Laut, perlu kehati-hatian dan akuraditas informasi agar tidak bias.
Usai dari pertemuan dengan penyidik di Polres Kotabaru, TPF bertemu dengan istri almarhum M. Yusuf, Arvaidah. “Dari pertemuan dengan istri almarhum M. Yusuf kita mendapat informasi dari mulai pemberitaan, proses pemanggilan hingga meninggalnya M Yusuf,” terang Firdaus.
Lantas, TPF menyambangi Lapas Kota Baru dan diterima Plt Kalapas Ibrahim dan jajarannya. Usai dari Lapas Kota Baru, TPF melanjutkan pertemuan dengan Kejaksaan Negeri Kotabaru. Di Kajari Kotabaru ini diterima Kasipidum Wahyu Oktaviani, Kasi Intel Agung Nugroho Santoso, Staf Kasi Intel Bimo Bayu Aji.
Sebelumnya, hari pertama TPF bekerja menemui Penyidik di Polres Kotabaru, istri almarhum M Yusuf dan management PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) yang diwakili oleh Humas PT MSAM, Prasetiadi.
Kasus yang menimpa M Yusuf berawal dari dijebloskan ke penjara setelah menulis pemberitaannya terkait sengketa perebutan lahan di antara PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) dan warga Pulau Laut.
M. Yusuf disangkakan Pasal 45A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.
karena ada kejanggalan dalam penanganan kasus yang menimpa wartawan dalam menjalankan kegiatan jurnalistik, hingga PWI berinisiatif untuk mencari fakta penyebab kematian Muhamad Yusuf. (*/jek)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here