TPF PWI Mulai Mencocokan Fakta Kasus M Yusuf

0
372
Para anggota Tim Pencari Fakta PWI pusat

JAKARTA – Tim Pencari Fakta atau TPF PWI Pusat lagi pencocokan data sebelum memulai bekerja pada 22 Juni mendatang dalam mengungkap penyebab kematianw aratwan M Yusuf. Tim Pencari Fakta atau TPF PWI Pusat, suah menggelar pertemuan pertama di sekretariat PWI Pusat, Jakarta Pusat pada Rabu (20/6).

Dalam pertemuan itu dibahas pemetaan pokok masalah yang terjadi sampai wartawan on line Kemajuan Rakyat, Muhammad Yusuf meninggal pada 10 Juni dalam masa tahanan Kejaksaan. Penahanan almarhum sudah dilakukan sejak polisi menangkap Yusuf pada 5 April. Selanjutnya menjadi tahanan kejaksaan di Lapas Kotabaru, Kalimantan Selatan.

“Dalam pertemuan Rabu itu, tim saling mencocokkan beberapa fakta temuan anggota. Dari fakta-fakta itu kami sudah mulai menemukan fokus untuk dikonfirmasi dengan berbagai pihak,” kata ketua TPF PWI Pusat Ilham Bintang.

Ilham menjelaskan, TPF akan menyelisik seluruh prosedur dan mekanisme yang berhubungan dengan tewasnya M Yusuf. Mulai sejak pengaduan dan pemeriksan di Dewan Pers, Kepolisian, Kejaksaan sampai penahan serta kematiannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dengan demikian TPF akan mewawancarai seluruh narasumber yang terkait dengan kasusnya secara independen.

“Kami nantinya akan mengambil kesimpulan dan memberikan rekomendasi yang objektif,” tandas Ilham.

TPF tediri dari 9 orang, masing-masing, Ilham Bintang sebagai ketua, wakil ketua Marah Sakti Siregar, dan Wina Armada Sukardi sebagai sekretaris. Sedangkan sebagai anggota masing-masing Uni Lubis, Teguh Santosa, Firdaus, Zanal Helmy, Agus Sudibyo dan Gusti Rusdi Effendi.

Dalam rapat disepakati dalam waktu secepat TPF akan mewawancarai para narasumber baik di Jakarta maupun di daerah termasuk dari kalangan pers, pejabat Pemda, kepolisian, tokoh masyarakat dan para pengusaha yang namanya terkait. Hasil wawancara akan dibawa untuk dibahas dalam rapat berikutnya. (rls/jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here