Transportasi Laut Minim

0
1073
galangan: salah satu galangan kapal di Batam tempat KM Sabuk Nusantara di Produksi. f-dokumentasi/tanjungpinang pos

MBS Mohon ditinjau kembali kebijakan tentang Kapal Perintis yang tidak memberi makan penumpangnya. Dan mohon ditambah kapal rute ke Natuna Anamabs dan Tambelan. Kedua armada yang berlayar selama ini sering melakukan kebijakkan yang sangat-sangat merugikan penumpangnya. mereka sering menambah jadwal Pelayaran dari 12 hari menjadi 14 hari dan kapal nginap di satu pulau sampai dua malam di Sedanau dan satu malam di Tarempa dan 4 sampai 5 jam di hulu maras. Itu semua untuk apa? Hanya untuk menyengsarakan penumpang. Mohon pada Bapak ditindaklanjuti secepatnya. Terima kasih banyak.
+6282112936871

Gertak Bergabung ke Kalbar
MBS KADIS PERHUBUNGAN Yth. Nanya nih !!!. Kapal Perintis SABUK NUSANTARA, Kapan bisa melanyani, masyarakat, Anambas dan Natuna? kalau suah bisa jumlahnya terus ditambah. Apa perlu gertak macam Tambelan yg akan bergabung dgn KALBAR. Agin kencang sekarang Pak.! tolong perhatikan juga kami! Sejak bulan Pebruari kami kesulitan untuk berpergian apalagi harga barang melonjak terus. Terima kasih perhatiannya ?. Supaya masyarakat bisa Makmur.
+6281270856353

TANGGAPAN:
Perlahan-lahan kemaritiman Kepri diperkuat dengan banyaknya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dermaga hingga bandara. Tambahan moda transportasinya laut seperti KM Sabuk Nusantara sangat urgent. Jarak tempuh Sabuk Nusantara 30 dan 39 cukup jauh, maka Kepri membutuhkan kapal tambahan selayaknya dua unit untuk melayari rute yang sama. Kalau sekarang, sekali 10 hari belum tentu singgap kapal. Kalau ada tambahan, mungkin sekali sekali lima atau enam hari sudah ada kapal masuk.

Baca Juga :  Tolong Perjuangkan Nasib Guru PAUD

Untuk memperkuat tol laut Kepri seperti program Presiden RI Joko Widodo, maka KM Sabuk Nusantaar 112 atau 115 yang dibangun Kementerian Perhubungan di Batam hendaknya dioperasikan di Kepri. Kalau dapat dua lebih bagus. Tapi tambah satu lagi sudah membantu mengurangi lamanya warga menunggu kapal masuk.

Jika Kepri kehilangan KM Sabuk Nusantara 112 atau 115, maka harus menunggu beberapa tahun lagi baru ada pengadaan kapal. Itu pun belum tentu Kepri kebagian. Karena itulah, kebutuhan KM Sabuk Nusantara 112 atau 115 sangat urgent untuk kebutuhan warga Kepri. Ini yang sedang kita bicarakan dengan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub.

Baca Juga :  Gedung Gongong Mulai Jorok

Kepri sangat rugi apabila KM sabuk Nusantara 112 atau 115 lepas. Sebab, dengan masuknya kapal itu, arus distribusi barang makin cepat demikian juga mobilisasi orang kian lancar di seluruh Kepri.

Saat ini, 7 kabupaten/kota di Kepri sudah memiliki bandara meski sebagian dalam tahap pembangunan seperti Bandara Tambelan, Kabupaten Bintan. Sedangkan bandara lainnya sudah rampung. Sebagian bandara yang rampung itu terus dibenahi untuk memperpanjang runway.
Soal transportasi laut, masyarakat dilayani sampan, pompong, speedboat, feri hingga kapal-kapal baik kapal perintis (subsidi) dan kapal komersil (non subsidi).

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, pelabuhan kapal feri di Kepri baik domestik dan internasional cukup banyak terutama di Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun.

Di Tanjungpinang sendiri, pelabuhan feri internasional ada satu. Di Batam ada empat yakni di Batamcenter, Harbour Bay, Sekupang dan Maryna City. Kapal besar seperti KM Bukit Raya dengan kapasitas penumpang 1.643 orang melayani rute Jakarta, Kijang, Letung (Anambas), Tarempa, Selat Lampa Natuna, Midai Natuna, Serasan Natuna hingga Surabaya.
Kemudian, ada juga KM Kelud yang melayani Batam (Batuampar) Medan dan Jakarta. Sedangkan kapal perintis ada tiga yakni, KM Sabuk Nusantara 30, KM Sabuk Nusantara 39 dan KM Sabuk Nusantara 62.

Baca Juga :  Saber Pungli Mulai Awasi Penerimaan CPNS

KM Sabuk Nusantara 30 homebase (pangkalannya) di Tanjungpinang. Biasanya kapal ini merapat di Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) yang juga tempat berlabuhnya feri dan speedboat. Sekali perjalanan keliling Kepri dan singgah di Kalimantan, kapal ini harus melintasi 1.300 mil atau sekitar 2.080 Km dengan perjalanan sekitar dua minggu.

Jika naik pesawat ke dari satu daerah ke daerah lainnya di Kepri, ongkosnya sangat mahal. Misalnya dari Natuna ke Batam atau ke Tanjungpinang, harganya sangat mahal dan kapal tidak ada setiap hari. (mas)

Tri Musa,
Kabid Angkutan dan Perhubungan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here