Transportasi Pasti Dimatangkan

0
823
BANDARA DABO: Panjang landasan Bandara Dabo Singkep saat ini hanya 1.175 meter. Hanya cukup untuk Fokker 27. Peran bandara ini sangat penting saat pagelaran Tamadun Melayu, November nanti. f-dok/tanjungpinang pos

Jelang Tamadun Melayu di Lingga

TANJUNGPINANG – Berbagai persiapan menjelang event akbar Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa (PMTMA) di Daik Lingga, 17-26 November 2017 nanti terus dilakukan Pemkab Lingga. Namun, semua pemerintah daerah di Kepri juga diminta dukungannya mensukseskan event sekali setahun tersebut. Termasuk dengan Pemprov Kepri.

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Brigjend Jamhur Ismail mengatakan, sejauh ini dirinya belum tahu persiapan transportasi ke Lingga menjelang PMTMA. ”Tapi saya yakin, nanti akan dimatangkan terus. Kita belum ada undangan untuk rapat. Mungkin karena rapat gabungan nanti,” ujar Jamhur saat dimintai tanggapannya tentang persiapan transportasi ke Lingga jelang PMTMA nanti.

Jamhur mengatakan, biasanya, jika kepala negara datang ke satu daerah, banyak lintas instansi akan rapat koordinasi dalam mempersiapkan segala kebutuhan kedatangan orang penting tersebut. Apalagi di PMTMA nanti, rencananya akan dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Tentu persiapan harus matang dilakukan pemerintah daerah, TNI/Polri termasuk dari Istana Negara.

Baca Juga :  Mobil Damkar Seruduk Dua Warung di Bintan

Dirinya juga belum tahu apakah Wapres JK naik pesawat, naik kapal laut atau naik helikopter ke Lingga nanti. ”Belum tahu sampai ke sana. Tapi kita siap bantu lah,” bebernya.

Acara Perhelatan Tamadun Melayu Antarbangsa, merupakan rangkaian dari perayaan HUT ke-14 Kabupaten Lingga pada 20 November 2017. Agenda penting ini bertujuan untuk mengumpulkan para tokoh Melayu dan budayawan antarbangsa serumpun Melayu dunia di Kabupaten Lingga.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga M Ishak, mengatakan, para budayawan Melayu nantinya akan memperbincangkan kebesaran-kebesaran Melayu masa lalu saat dipimpin Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS). SMRS merupakan salah satu Sultan di Kerajaan Lingga-Riau-Johor-Pahang yang diajukan sebagai Pahlawan Nasional dari Kabupaten Lingga.

Baca Juga :  72 SSB Bersaing di Aqua DNC Zona Kepri

Sejarah SMRS membesarkan kerajaan dari Bintan ke Lingga, dengan serba kekurangan dan tekanan dari penjajah bisa berkomunikasi dengan bangsa lain baik dalam urusan perdagangannya dengan Rafles.

”Intinya, kondisi saat ini lebih hebat dari zaman dahulu. Ketika zaman Sultan Mahmud, bisa komunikasi ke negara lain. Apalagi di zaman kita yang sudah maju seperti ini. Lingga punya sejarah itu,” terang Ishak, belum lama ini.

Tamadun Melayu antar Bangsa ini, juga menjadi ajang promosi wisata kebudayaan dan alam di Lingga. Dengan segala potensi yang dimiliki, ke depannya dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Baca Juga :  Anak Asuh Derita Penyakit Langka

Adapun negara-negara serumpun yang diundang pada perhelatan tersebut diantaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, Vietnam, Kamboja hingga Madagaskar. Sementara, untuk di dalam negeri dari Sabang sampai Marauke akan diundang. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menyatakan kesiapannya hadir di Daik Lingga, Kepri untuk membuka perhelatan Tamadun Melayu. (mas/tir)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here