Treadmill Bisa Mendeteksi Jantung Koroner Pasien

0
2113
TES JANTUNG: dr Nanda Iryuza melihat hasil kesehatan jantung pasien di atas treadmill di RSUD Provinsi Kepri. F-ANDRI/TANJUGNPINANG POS

TANJUNGPINANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri-Tanjungpinang telah ada poliklinik jantung. Rumah sakit ini juga telah memiliki dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah.

Menurut dokter Spesialis Jantung dr Nanda Iryuza poliklinik jantung RSUD juga sudah tersedia alat treadmiill yang bisa digunakan untuk mendeteksi atau melihat tingkat kebugaran serta sehat pada tubuh manusia, termasuk kesehatan jantung. Alat ini selain juga bisa mendeteksi penyakit jantung koroner termasuk mendengar irama jantung. Alat ini juga digunakan untuk mengevaluasi trapi kepada pasien jantung markirkan kendaraanya di dilakukan tim medis.

”Treadmill yang kita punya di rumah sakit, sama dengan di tempat fitnes. Cuma beda treadmili kita di rumah sakit, ya itu untuk pemeriksaan serta merekam jantung kita,” kata Nanda kepada Tanjungpinang Pos, Senin (25/9).

Baca Juga :  Ansar Ahmad Mengajak untuk Muliakan Masjid

Fungsi treadmill ini, kata dia, tidak hanya untuk pasien yang mengalami sakit jantung saja, tetapi juga bisa melihat tingkat kebugaran pasien untuk melakukan aktifitas sehari-hari nantinya. Kalau untuk pasien sehat yang tidak memiliki penyakit jantung, akan dilihat dari apakah memiliki gejala penyumbatan pada jantungnya atau tidak. mendengar hingga melihat irama jantung pada pasein.

Treadmill ini didukung dengan alat ekokardiografi. Ekokardiografi merupakan prosedur diagnostik yang menggunakan gelombang suara ultra untuk mengamati struktur jantung dan pembuluh darah, serta menilai fungsi jantung. ”Dua alat ini saling berhubungan. Karena saling membantu serta mendukung,” ucap dia.

Baca Juga :  Rp23,5 Miliar untuk Perbaikan Jalan

Penyebab utama penyakit jantung, kata dia, pertama dari keluarganya. Apakah dari keluarganya memiliki penyakit jantung atau tidak. Karena penyakit jantung merupakan penyakit keturunan. Kemudian, kedua, dari pola makan. Apakah makanan yang dikonsumsi pasien selama ini mengandung lemak, bersantan, asin hingga membuat lemak jenuh atau tidak.

Ketiga, dari rokok. Rokok merupakan faktor resiko terbesar dan tertinggi penyerangan penyakit jantung. kalau sudah merokok, pasti bakal punya penyakit jantung. Jadi, tidak perlu lagi dilihat dari keturunan keluarganya, pola makan hingga aktifitas fisik.

Keempat, aktifitas fisik. Seperti joging, bersepeda dan berenang. Setidaknya, aktifitas fisik perlu dilakukan dalam sehari 30 menit. Atau bisa juga dilakukan lima kali dalam seminggu. Ini rutin dilakukan.

Baca Juga :  SWRO Mulai Berkarat

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat khusus yang tidak memiliki penyakit jantung, untuk melakukan treadmil satu kali dalam setahun. Untuk pasien yang sudah memiliki penyakit jantung, paling tidak satu kali dalam enam bulan, bahkan bisa juga dilakukan rutin dalam sebulan.

Sehingga bisa terkontrol fungsi jantung yang diderita pasien tersebut. Selain itu, masyarakat untuk menghindari untuk tidak merokok, stres, awasi tekanan darah, rajin olahraga dan jaga pola makan. ”Konsumsi makanan yang sehat. Insyaallah kita jauh dari penyakit jantung. Masyarakat intinya harus sehat,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here