Triwulan I, Ekspor Kepri Capai Rp34,7 Triliun

0
118
SUASANA bongkar muat barang ekspor-impor di Pelabuhan Sribayintan, belum lama ini. f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kurun waktu tiga bulan atau Triwulan I (Januari-Maret) 2019, total ekspor Kepri sekitar Rp34,7 triliun. Jumlah ini menurun jauh dibandingkan Triwulan I Tahun 2018 sebesar Rp41,3 triliun.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, total ekspor Kepri Januari 2019 sekitar 956,86 juta Dolar AS atau sekitar Rp13,6 triliun dengan kurs Rp14.200/US Dolar. Ekspor Kepri Februari tahun 2019 sekitar US$ 754,54 juta atau sekitar Rp10,7 triliun dan ekspor Kepri Mare 2019 sekitar US$736,84 juta atau sekitar Rp10,4 triliun.

Nilai ekspor Provinsi Kepri Maret 2019 yang mencapai US$736,84 juta turun sebesar 2,34 persen dibanding ekspor Februari 2019.

Ekspor terdiri dari dua komponen yakni ekspor migas Maret 2019 sebesar US$377,13 juta atau turun 4,66 persen dibanding Februari 2019. Ekspor nonmigas Maret 2019 mencapai US$359,71 juta atau naik 0,22 persen dibanding Februari 2019.

Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar Maret 2019 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) sebesar US$97,06 juta. Sedangkan secara kumulatif Januari-Maret 2019 mencapai US$305,73 juta, dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 24,62 persen.

Ekspor ke Singapura pada bulan Maret 2019 mencapai nilai terbesar yaitu US$451,82 juta. Sedangkan secara kumulatif Januari-Maret 2019 mencapai US$1.556,96 juta dengan kontribusinya mencapai 62,03 persen.

Nilai ekspor Provinsi Kepri Januari-Maret 2019 terbesar melalui Pelabuhan Tarempa US$781,19 juta, diikuti Pelabuhan Batu Ampar Batam sebesar US$494,61 juta. Pelabuhan Belakang Padang Batam US$ 455,22 juta.

Pelabuhan Sekupang US$304,46 juta dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$215,14 juta. Kontribusi kelima pelabuhan terhadap kumulatif ekspor Januari-Maret 2019 sebesar 89,66 persen.

”Penurunan nilai ekspor Maret 2019 disebabkan turunnya ekspor sektor migas sebesar 4,66 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Provinsi Kepri mengalami penurunan sebesar 20,98 persen, yaitu dari US$932,51 juta menjadi US$736,84 juta,” ujar Zulkipli Kepala BPS Provinsi Kepri dalam pres rilis yang diterima redaksi koran ini.

Penurunan nilai ekspor Maret 2019 dibanding Maret 2018 disebabkan oleh turunnya ekspor sektor nonmigas sebesar 51,04 persen. Total ekspor kumulatif bulan Januari-Maret 2019 Provinsi Kepulauan Riau adalah sebesar US$2.510,14 juta.

Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Maret 2018 mengalami penurunan sebesar 17,73 persen yaitu dariUS$ 3.051,08 juta menjadi US$2.510,14 juta. Turunnya nilai ekspor Januari-Maret 2019 disebabkan oleh turunnya ekspor kumulatif sektor nonmigas sebesar 41,64 persen.

Nilai ekspor nonmigas menurut golongan barang HS 2 digit selama Januari-Maret 2019 komoditas ekspor nonmigas Provinsi Kepri yang nilai ekspornya terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) yaitu sebesar US$305,73 juta, dengan peran sebesar 24,62 persen.

Golongan barang berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Provinsi Kepri selama Januari-Maret 2019 adalah minyak dan lemak hewan/nabati (HS 15) sebesar US$158,19 juta (12,74 persen).

Mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$139,08 juta (11,20 persen), berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$108,05 juta (8,70 persen), benda-benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar US$94,61 juta (7,62 persen); timah (HS 80) sebesar US$44,62 juta (3,59 persen).

Plastik dan barang dari plastik (HS 39) sebesar US$44,46 juta (3,58 persen), bahan kimia organik (HS 29) sebesar US$33,21 juta (2,67 persen), minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian (HS33) sebesar US$32,58 juta (2,62 persen) dan perangkat optik (HS 90) sebesar US$30,25 juta. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here