Tuan Rumah Ionas 2018

0
346
Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun Herdan foto bersama dengan peserta Kongres IONAS MPK III se-Indonesia di SMPN 1 Karimun.

SMP Negeri 1 Karimun

SEKOLAH di Karimun kembali menunjukkan keandalannya di kancah nasional. Kali ini bukan melalui prestasi individual siswa-siswinya, melainkan terpilihnya SMP Negeri 1 Karimun sebagai tuan rumah pelaksanaan Kongres Ikatan OSIS Nasional (Ionas) MPK III 2018. Tercatat, pada awal pekan lalu, sejumlah utusan dari ketua-ketua OSIS SMP dari Sumatera, Jawa, dan Sulawesi berkumpul di sana.

Pelaksanaan IONAS MPK III dibuka Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun, Herdan dan Kepala SMP Negeri 1 Karimun, Jufrizal. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan membahas beberapa agenda penting untuk kemajuan pendidikan.

Dihadapan para siswa, Bupati Aunur Rafiq mengatakan dalam kongres ini diharapkan menghasilkan pemikiran dalam menyongsong masa depan pendidikan.Kongres hendaknya dapat dimaknai sebagai ajang pembelajaran dalam melahirkan gagasan baru. Tak kalah pentingnya harus mampu menjadi duta anti narkoba baik disekolah, lingkungan masyarakat dan keluarga.

Ia mengapresiasi peserta Kongres IONAS MPK III Makasar, Kebayoran, Jakarta, Bangka belitung, SMP N 1 Kundur, SMP N 2 Sakap, SMP Durai, SMPN 1 Tebing, SMPN 1 Meral, SMPN 2 Tebing. Jumlah peserta Ionas MPK III 52 orang pendamping 11 orang dari sekolah tuan rumah.

“Semoga, Kehadiran di Karimun memberikan kesan yang baik. Sebagai generasi penerus pembangunan Bangsa Indonesia, sejak usia remaja harus dibekali dengan ilmu kepemimpinan. Sehingga kelak dapat menjadi pemimpin yang baik dan berguna bagi masyarakat,” ujar Bupati Aunur.

Kepala SMP Negeri 1 Karimun, Jufrizal mengatakan mendorong siswanya untuk meraih prestasi di bidang pengetahuan dan minat atau olah raga. Sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Karimun melalui pendidikan.

Sri Rezeki, perwakilan orang tua murid, mengatakan di hadapan para siswa dari luar Karimun, bahwa anak Karimun mampu bersaing dengan siswa dari seluruh sekolah di Indonesia. Hanya saja perbedaan fasilitas disekolah saja yang berbeda beda.

Usai bertemu dengan Bupati Karimun Aunur Rafiq, para siswa dibawa menuju gedung DPRD Kabupaten Karimun. Di sana mereka diterima Staf DPRD, para siswa berkesempatan melihat ruang paripurna, dan mengenal sejarah peresmian gedung, lalu dilanjutkan dengan berkunjung ke Kantor Bupati Karimun.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun Bakri Hasyim mengimbau peran orang tua dalam pendidikan anak di sekolah. Hal itu bisa ditunjukkan dengan tergabung pro aktif pada paguyuban sekolah melalui program orang tua hebat.

Ia mengingatkan, ketergantungan anak-anak pada gawai saat ini sudah pada tingkat sangat mengkhawatirkan. “Sekarang anak-anak lebih fokus pada pemakaian smartphone dibandingkan berkomunikasi dengan orang tua ketika di rumah. Kecuali untuk hal-hal yang berhubungan dengan materi atau keperluan sekolah,” ujarnya.

Di saat yang sama, sambung Hasyim, orang tua juga melakukan hal yang sama. Baik ayah atau ibu sama sama lebih memilih bermain gawai dibandingkan berdiskusi dengan anak. Komunikasi dengan orang luar lancar, dengan anak atau keluarga sendiri terabaikan.

“Untuk itu para orang tua, simpanlah alat elektronik, temanilah anak anak bermain, berdiskusi, ajak belajar berdoa atau tentang agama. Atau menemani mereka belajar, mengerjakan PR, belajar ilmu baru, berbagi pengalaman pengetahuan dan yang lainnya,” kata Bakri. (alrion)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here