Tujuan Sabu 1,6 Ton ke Pulau Jawa

0
481
KAPOLDA Kepri dan Kepala Bea Cukai menyampaikan keterangan kepada wartawan di Batam, Rabu (21/2). f-martua/tanjungpinang pos

Sabu-sabu seberat 1,6 ton yang ditangkap Bea Cukai dan Polri di perairan Anambas pada, Selasa (20/2) lalu tujuannya adalah daerah berpenduduk terpadat Indonesia, yakni Pulau Jawa.

BATAM – Komjen Pol Ari Dono Sukamto selaku Kabareskrim Polri mengatakan, para mafia berupaya memasukkan barang haram itu ke Indonesia mengingat penduduk negara ini yang sangat banyak.

Kemudian, sejumlah negara di Asia Tenggara juga sangat ketat soal narkoba ini. ”Kenapa ke Indonesia, karena ekonomi masyarakat sedang tumbuh. Selain itu, karena ditekan di Philipina, jadi masuknya ke sini (Indonesia),” ujarnya.

Jenderal bintang tiga ini pun mengapresiasi personel Polri di lapangan dan petugas Bea Cukai serta aparat hukum lain yang sudah bekerja keras untuk mengungkap penangkapan sabu terbesar tersebut.

Ia juga minta kerja sama agar terus ditingkatkan mengingat beberapa kasus penangkapan narkoba tiga tahun belakangan ini sering dalam ukuran besar. Sehingga, bukan tidak mungkin belum tertangkap yang lebih besar. Untuk itu, ia mengajak semua pihak memerangi narkoba sampai tuntas. Narkoba adalah musuh negara yang bisa menghancurkan generasi muda bangsa ini.

”Kita harus bersama masyarakat siaga dan punya niat bersama kementerian terkait memerangi narkoba. Kalau ada yang mencurigakan, agar disampaikan,” bebernya.

Rabu (21/2) kemarin, tangkapan sabu seberat ,6 ton diserahkan pihak Bea Cukai ke aparat kepolisian. Penyerahan dilakukan secara formal bersama empat orang tersangka dari Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Susila Brata kepada Mabes Polri melalui Kapolda Kepri, Irjend Pol Didik.

Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata di Mapolda Kepri, penyerahan dilakukan ke Polri karena kasus itu terungkap atas kerja bersama mereka. ”Ini kita ungkap dan tindak bersama Polri. Jadi kita serahkan barang bukti dan tersangka ke Mabes Polri,” terang Susila.

Diakuinya, penyerahan dilakukan Bea Cukai karena surat penindakan diterbitkan Bea Cukai Batam. Sehingga harus ada penyerahan barang bukti dan tersangka dari BC sebagai penindak. Selanjutnya untuk penyelidikan dilakukan Bareskrim.

”Berikutnya penyidikan, kami serahkan pada Mabes Polri. Sampai di lapangan penyidikan sepenuhnya dilanjutkan ke Mabes,” bebernya.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga mengatakan, sementara seluruh barang bukti dititipkan di Mapolda Kepri. Walau penyelidikan awal dilakukan di Mapolda Kepri, namun kemungkinan tersangka akan dibawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut. Tapi Erlangga belum memastikan waktunya kapan akan mengirimkan tersangka ke Jakarta.

”Tersangka diamankan di sini. Barang bukti sementara dititipkan di Polda Kepri, tadi penyerahan tersangka dan barang bukti,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, sabu-sabu sekitar 1,6 ton diamankan aparat dari kapal asal Taiwan KM 61870 berbendera Singapura. Kapal pengangkut sabu dibungkus dalam sekitar 86 karung itu diamankan Kapal Patroli 20007 Bea Cukai Batam, Selasa (20/2) sekitar pukul 03.00 WIB, di dekat perairan Karang Helen Mars, Batam.

Kapal itu kemudian dibawa hari itu ke Pelabuhan Logistik kawasan PT Sekupang Makmur Abadi. Selain menyita 1,6 ton sabu, petugas juga mengamankan empat awak kapal yang berkewarganegaraan Cina, bernama Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43), dan Liu Yin Hua (63).

Namun awalnya, kapal pembawa sabu itu, bergerak dari perairan Anambas, Kepri. Sebagaimana dikatakan Ketua Tim gabungan Polri dan Bea Cukai, Suwondo Nainggolan, pengungkapan tindak pidana narkoba dilakukan di daerah Batam.

”Tim Gabungan berhasil melakukan pengungkapan tindak pidana narkoba di daerah Batam. Diangkut kapal berbendera Singapura,” kata Suwondo.

Kapal itu dicurigai petugas dari KM 20007 yang tengah patroli. Kemudian melakukan penghadangan. Setelah diperiksa, ditemukan dokumen palsu.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here