Tujuh Bulan, 2.723 Warga Meninggal

0
560
Irianto

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang, telah mengeluarkan 2.723 akta kematian. Angka kematian ini terhitung Januari hingga Juli 2017. Dan, tersebar di empat Kecamatan.

TANJUNGPINANG – Angka kematian paling tinggi terjadi di Kecamatan Tanjungpinang Barat, mencapai 863 jiwa. Di Kecamatan Tanjungpinang Timur 785 jiwa, Kecamatan Bukit Bestari 738 jiwa, dan Kecamatan Tanjungpinang Kota 337 jiwa. Angka kematian tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2016, hanya mencapai 2.067 jiwa.

Tahun lalu, Disdukcapil Kota Tanjungpinang mengeluarkan akta kematian paling banyak Kecamatan Tanjungpinang Barat tercatat 630 jiwa. Kedua, di Kecamatan Tanjungpinang Timur sebanyak 605 jiwa, Kecamatan Bukit Bestari 577 jiwa, dan Kecamatan Tanjungpinang Kota 255 jiwa.

”Tahun ini setiap hari kita terima laporan kematian kisaran 10 hingga 15 penduduk yang meninggal dunia. Dari laporan itu, kita langsung terbitkan Akta Kematian,” kata Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Ia berpesan bila ada keluarga atau tetangga yang meninggal, segera laporkan ke Disdukcapil Kota Tanjungpinang untuk diterbitkan akta kematian. Saat memberikan laporan, jangan lupa memberikan data yang lengkap ke pegawai Disdukcapil. Mulai dari nama, tempat tanggal lahir, tanggal meninggalnya hingga alamat bersangkutan. Tujuannya, supaya petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang langsung menerbitkan Akta Kematian tersebut.

Jika, masyarakat tidak memberikan data-data lengkap, maka pegawai Disdukcapil Kota Tanjungpinang tidak bakal terbitkan Akta Kematian. Alasanya, kata dia, pegawai Disdukcapil tidak memiliki data penduduk yang telah meninggal dunia. ”Sebaiknya sebelum dikuburkan jenazahnya, akta kematiannya sudah selesai kita buat,” ucap dia.

Kata dia, akta kematian sangatlah penting. Gunanya, untuk pembagian harga warisan yang ditinggalkan almarhum kepada keluarganya. Atau, almarhum telah mendaftar haji, dana yang sudah disetor bisa diambil ahli waris. ”Jangan sampai ada warga yang meninggal, pihak keluarganya tidak mau mengurus akta kematian,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here