Tujuh Bulan Capai Rp100 Triliun

0
192
Rahmad Iswanto

Impor Kepri Bengkak Hingga 48 Persen

Jika nilai ekspor Kepri Januari-Juli 2018 mencapai US$7.702,06 juta atau sekitar Rp122,5 triliun dengan kurs Rp14.600 per dolar Amerika Serikat, maka nilai ekspor Kepri juga membengkak. Naik 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

TANJUNGPINANG – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, nilai impor Kepri periode Januari-Juli 2018 mencapai US$6.867,48 juta atau sekitar Rp100,2 triliun.

Bahkan, nilai impor Kepri naik hingga 48,18 persen dibandingkan periode yang sama 2017 lalu. Adapun angka kumulatif Januari-Juli 2017 yakni US$4.634,65 juta.

Naiknya impor kumulatif Kepri Januari-Juli 2018 disebabkan naiknya impor komoditas migas sebesar 23,27 persen dan nonmigas sebesar 54,33 persen.

”Adapun nilai impor Provinsi KepriJuli 2018 mencapai US$1.121,43 juta atau naik 20,51 persen dibanding impor Juni 2018,” ujar Rahmad Iswanto Kepala Bidang Statistik Distribusi dalam pres rilis yang diterima redaksi koran ini.

Nilai impor migas bulan Juli 2018 mencapai US$208,52 juta atau naik 46,9 persen dibanding Juni 2018. Nilai impor nonmigas Juli 2018 mencapai US$912,91 juta atau naik 15,76 persen dibanding Juni 2018.

Selama Januari-Juli 2018 impor nonmigas terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (85) dengan nilai US$2.217,16 juta atau 38,66 persen dari total impor nonmigas.

Negara pemasok barang impor terbesar Januari-Juli 2018 ditempati oleh Singapura dengan nilai US$2.169,98 juta dengan kontribusi 31,6 persen.

Pelabuhan bongkar barang impor terbesar selama bulan Januari-Juli 2018 adalah Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar US$3.312,05 juta, disusul Pelabuhan Sekupang dengan nilai impor sebesar US$1.548,25 juta, dengan kontribusi keduanya mencapai 70,77 persen dari total impor.

Nilai impor Provinsi Kepulauan Riau Juli 2018 mencapai US$1.121,43 juta, terdiri dari impor migas sebesar US$208,52 juta dan impor nonmigas sebesar US$912,91 juta.

Nilai impor nonmigas menurut golongan barang HS 2 Digit Provinsi Kepri yang memiliki nilai impor selama Januari-Juli 2018 adalah mesin/peralatan listrik (HS 85), yaitu sebesar US$2.217,16 juta atau 38,66 persen dari total impor nonmigas.

Golongan barang impor nonmigas Provinsi Kepri berikutnya yang mempunyai peran cukup besar adalah golongan barang mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) dengan nilai US$683,86 juta dengan peranannya sebesar 11,92 persen.

Benda-benda dari besi dan baja (HS 73) dengan nilai US$454,18 juta (7,92 persen). Plastik dan barang dari plastik (HS 39) dengan nilai US$354,11 juta (6,17 persen).

Besi dan baja (HS 72) dengan nilai US$294,43 juta (5,13 persen). Kapal laut (HS 89) dengan nilai US$276,55 juta (4,82 persen). Kokoa/cokelat (HS 18) dengan nilai US$106,12 juta (1,85 persen). Aluminium (HS 76) dengan nilai US$106,00 juta (1,85 persen).

Perangkat optik (HS 30) dengan nilai US$95,40 juta (1,66 persen) dan minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian (HS 33) dengan nilai US$95,02 juta (1,66 persen).

Nilai Impor Kepri menurut negara asal, yang terbesar berasal dari Singapura mencapai nilai US$350,38 juta. Impor dari negara Singapura pada bulan Juli 2018 mengalami kenaikan sebesar 20,55 persen dibanding nilai impor bulan sebelumnya.

Impor dari Singapura pada Juli 2018 mengalami kenaikan dibanding keadaan Juli 2017, yaitu sebesar 52,06 persen.

Negara-negara pemasok barang impor ke Provinsi Kepri lainnya bulan Juli 2018 yang mempunyai peran cukup besar antara lain: Tiongkok dengan nilai impor sebesar US$241,53 juta.

Belanda sebesar US$81,02 juta, Qatar sebesar US$73,21 juta, Malaysia sebesar US$59,18 juta, Jepang sebesar US$48,62 juta, Perancis sebesar US$38,89 juta, Jerman sebesar US$27,96 juta, Amerika Serikat sebesar US$27,82 juta dan Uni Emirat Arab sebesar US$0,86 juta.

Impor Kepri Januari-Juli 2018 dengan nilai terbesar dari negara Singapura yaitu mencapai US$2.169,98 juta dengan peranan sebesar 31,6 persen.

Impor dari Singapura pada Januari-Juli 2018 mengalami kenaikan dibanding keadaan Januari-Juli 2017, yaitu sebesar 34,74 persen.

Impor kumulatif Provinsi Kepri Januari-Juli 2018 jika dibanding Januari-Juli 2017yang mengalami kenaikan terbesar berasal dari negara Qatar (733,4 persen), Belanda (319,29 persen), Perancis (140,67 persen). Amerika Serikat (107,74 persen) dan Tiongkok (105 persen).

Nilai impor terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar yaitu dengan nilai impor US$528,84 juta. Nilai impor tersebut mengalami kenaikan 16,86 persen dibanding Juni 2018.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here