Tujuh Kawasan Kumuh Jadi Atensi

0
260
Inilah kondisi rumah warga yang tinggal di Pelantar.

Gubernur Kepri membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kota Tanjungpinang Tahun 2018 di Hotel CK, Tanjungpinang, Senin (19/3). Pembukaan Musrenbang ditandai dengan pemukulan gong.

TANJUNGPINANG – Musrenbang kali ini akan fokus pembangunan peningkatan kawasan kumuh, penataan kembali drainase pada kawasan rawan banjir, penyediaan transportasi massal, peningkatan usaha masyarakat serta pengelolaan sampah.

Tahun ini, ada anggaran Rp 60 miliar dari Satker PU Kementerian, dan sisanya sekitar Rp 15 miliar dari APBD Pemko Tanjungpinang untuk peningkatan kawasan kumuh di Tanjungpinang.

Sesuai SK Wali Kota Tanjungpinang 2015 lalu, ada tujuh kawasan kumuh di Tanjungpinang. Daerah yang masuk kawasan kumuh yakni kawasan pesisir Pantai Impian, Tanjung Ayu Sakti, Tanjungunggat, Kemboja, Senggarang, Kampung Bugis dan Tanjungpinang Timur.

Untuk tahun 2018 ini, dua cluster atau empat kawasan yang menjadi perhatian penataan. Cluster pertama yaitu kawasan Kampung Bugis dan Senggarang. Sedangkan yang kedua mulai Tanjungunggat dan Kemboja.

Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan pelaksanaan Musrenbang merupakan bentuk kebersamaan yang dilakukan oleh para stakeholder di lingkup pemerintahan bagaimana dapat menuangkan pikiran. Dan masukan dalam merencanakan pembangunan dengan terarah.

Semua bidang pembangunan dilanjutkan Gubernur perlu untuk terus di dorong dengan merata bukan hanya terfokus pada satu bagian saja tapi satu tujuan. ”Tujuan Musrenbang adalah kesejahteraan masyarakat,” lanjut Nurdin saat membuka Musrembang, kemarin.

Menurut Nurdin, jika semua bersatu dan kemudian berpikir sama untuk kepentingan masyarakat, Insya Allah segala keterbatasan dapat diatasi. Sebagai Ibukota Provinsi, Nurdin menambahkan bahwa Pemerintah terus berupaya mendorong Tanjungpinang untuk dapat muncul dipermukaan sebagai daerah yang tepat memegang identitas tersebut.

”Tanpa mengesampingkan daerah lainnya tapi bagaimana kita mampu mengembangkan potensi semua daerah sesuai kondisi dan kemampuan yang ada,” tambahnya lagi.

Rangkaian Musrembang sendiri berlangsung selama 3 hari yakni 19-21 Maret 2018 dengan mengundang pembicara dari Pimpinan DPRD Kota Tanjungpinang dan Kepala Barenlitbang Provinsi Kepri, juga dari pusat yakni Firmansyah dari Bappenas dan Juhardi dari Kemendagri.

”Musrembang sendiri merupakan bagian penting sebagai media utama penyerapan aspirasi publik dalam menyelaraskan pembangunan,” kata Kepala Barenlitbang Kota Tanjungpinang Surjadi dalam laporannya.

Dengan tema ”Peningkatan Infrastruktur Penunjang Aksesibilitas dan Lingkungan” kata Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza sebagai bentuk sinergitas bersama Pemerintah Provinsi dan Pusat yang bersama-sama memprioritaskan infrastruktur sebagai penunjang untuk kesejahteraan masyarakat.

”Dukungan dari Provinsi dan Pusat kami harapkan dapat berjalan lancar dan sejalan,” kata Ariza.

Ariza juga menjelaskan secara singkat beberapa fokus pembangunan kota Tanjungpinang pada Musrembang Tahun 2018, diantaranya, peningkatan usaha masyarakat, pengelolaan sampah, peningkatan kawasan kumuh, penataan kembali drainase pada kawasan rawan banjir, penyediaan transportasi massal.

”Strategi pembangunan harus terus kita upayakan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tanjungpinang secara merata,” lanjut Ariza.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan pengharagaan kepada Kelurahan dan Kecamatan terbaik pada pelaksanaan Musrembang kemudian penghargaan juga diberikan kepada tokoh masyarakat setempat yang berperan aktif dalam pelaksanaan Musrembang.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here