Tukar Rupiah Lusuh dan Uang Asing

1
1025
FOTO bersama saat memberangkatkan kapal kas BI.f-istimewa

BI dan TNI-AL Kirim Kapal Dan Petugas Keliling Pulau Terluar

Kapal kas keliling Bank Indonesia (BI) yang membawa uang baru bergerak mulai dari Batam. Kapal KRI Lepu-861 itu bergerak dari dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar Batam.

BATAM – Kapal ini akan keliling beberapa daerah untuk menyambangi daerah terluar, terdepan dan terpencil di wilayah Sumatera. Ditargetkan mereka membawa kembali uang lusuh Rp4,5 miliar.

Pemberangkatan kapal dilakukan, Rabu (27/3) dengan membawa uang baru serta 15 pegawai BI dan 32 anggota TNI AL.

Baca Juga :  Treasure Bay Tambah Investasi 50 Juta Sin Dollar

Menurut Direktur Departemen Pengelolaan Uang (DPU) Bank Indonesia (BI) Luctor Tapiheru, penukaran uang ini bertujuan untuk menghadirkan semangat bertransaksi bagi masyarakat dengan hadirnya uang baru.

”Kita targetkan, tim yang bertugas bisa mengumpulkan Rp4,5 miliar uang lusuh dari masyarakat di kawasan pesisir di Kepri, Riau dan Sumatera Utara,” harapnya.

Kata dia, pulau yang berbatasan dengan negara tetangga, menjadi perhatian BI karena indikasi sebaran uang asing sebagai alat transaksi masih banyak ditemui.

”Dengan yang baru ini menambah keyakinan masyarakat bertransaksi. Selain itu, supaya jangan ada mata uang lain yang beredar,” kata Luctor.

Baca Juga :  2020, Fokus Bangun Sekolah Baru

Selain itu, diperkirakan, uang rupiah di pulau terluar berputar di seputaran di wilayah itu sampai lusuh. Dengan kegiatan itu, diharapkan dapat memaksimalkan penukaran uang.

”Uang yang kita kumpulkan akan dimusnahkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Asisten Operasional Kepala Staf Angkatan Laut, Yusup mengatakan, kerja sama TNI dengan BI sudah berjalan delapan tahun.

Kerja sama ini merupakan bentuk tanggung jawab TNI dalam mendukung pemberdayaan kawasan pesisir yang sulit dijangkau.

”Kita membantu untuk menanamkan sikap cinta Tanah Air dalam bentuk penggunaan mata uang rupiah,” bebernya.

Baca Juga :  Pajak Kendaraan di Kepri Makin Murah

Pada tahun 2018 lalu, ada 85 pulau yang tersentuh program ini. Selain Kepri, juga Jawa timur, NTB dan lain-lainnya.

”Program ini selaras dengan tugas TNI untuk memberdayakan wilayah pertahanan laut. Pelaksanaannya memberikan pelayanan di wilayah tersebut secara ekonomi,” jelasnya.(MARTUA BUTAR BUTAR)

Loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here