Tumbuhkan Revolusi Mental Mahasiswa Stisipol

0
486
PROF Yudhie Ph.D (kedua dari kiri) ketika menerima piagam penghargaan dari Ketua III Stisipol Raja Haji Desrian Effendi S Sos usai mengisi materi seminar nasional Rvolusi Mental , akhir pekan lalu. F-istimewa

TANJUNGPINANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, menggelar seminar nasional tentang Revolusi Mental.

Seminar itu berlangsung Sabtu (26/5), dengan mendatangkan Narasumber yakni Prof Yudhie Haryono Ph.D yang juga sebagai penggagas program Revolusi Mental yang dikumandangkan Presiden RI Joko Widodo.

Kegiatan seminar langsung dibuka oleh Desrian Effendy S.Sos MPM, selaku Ketua III Bidang Kemahasiswaan Stisipol Raja Haji mewakili Ketua Stisipol Endri Sanopaka S.Sos MPM yang berhalangan hadir.

Presiden Mahasiswa (Presma) Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Abdul Rajab mengatakan, kegiatan seminar merupakan agenda kerja dari BEM.

Ia menambahkan, seminar ini mereka gelar karena untuk menumbuhkan kesadaran bagi kaum intelektual. Tujuannya agar tidak berhenti melakukan suatu perubahan khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan. Menurutnya, sebagai generasi muda yang nantinya menggantikan kepemimpinan yang mendatang.

Maka itu, lanjut Rajab, perlu diketahui apa itu revolusi mental dan bagaimana implementasinya. ”Sudahkah kita mahasiswa melakukan suatu perubahan, dengan melihat kondisi yang ada pada saat ini ataukah kita sebagai mahasiswa hanya bisa diam dan tentu tidak,” jelasnya kemarin.

”Maka dari itu, adanya Seminar revolusi mental ini sebagai jargon Presiden RI Joko Widodo yang langsung dijelaskan oleh Prof Yudhie Haryono, Ph.d. Seorang penggagas revolusi mental, agar membuka pikiran kita tentang pentingnya revolusi mental,” tambah Rajab.

Seminar ini mengangkat tema upaya penguatan semangat kebangsaan dan inovasi pelayan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sehingga, mahasiswa-mahasiswi yang hadir dapat memahami seperti apa penyelenggaraan pelayanan publik di suatu pemerintahan.

Dosen Sosiologi Stisipol Raja Haji Suyito S.Sos M.Si yang juga sebagai moderator pada acara seminar menambahkan, kegiatan yang digelar BEM sangat bermanfaat.

”Melalui seminar Revolusi Mental, mahasiswa harus bisa memilih posisi apakah menjadi mahasiswa idealis, pejuang dan pahlawan atau menjadi penjahat atau bahkan menjadi penjilat dan begundal dalam Revolusi Mental ini,” ungkap Suyito.

Kegiatan seminar Revolusi Mental ini dihadiri sebanyak 100 orang mahasiswa-mahasiswi dan BEM Kampus STIE Pembangunan serta BEM STIKES Hang Tuah Tanjungpinang. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here