Tunda Salur Dana Desa 2017 Natuna Belum Dicairkan

0
245
WARGA Natuna butuh Dana Desa untuk membangun jembatan kayu yang rusak. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Perpajakan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Natuna Diki Kusniadi menuturkan, permasalahan keuangan yang dialami tidak hanya dirasakan oleh Pemkab Natuna, namun seluruh pemerintah kabupaten lainnya.

Hal ini dikarenakan belum tersalurkannya pembayaran tunda salur Alokasi Dana Desa (ADD) Triwulan ke-4 tahun 2017. Pemerintah pun tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi permasalahan hampir seluruh daerah penghasil.

”Ya, kami sangat memaklumi apa yang jadi keluhan para kades. Cuma mau bagaimana lagi, alokasi dana belum ada ke kita,” kata Kepala BPKPAD Kabupaten Natuna, Dicky Kusniadi di kantornya, kemarin.

Ia menjelaskan, dana untuk desa itu bersumber dari tiga sektor yakni Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Perimbangan. Dua item sumber dana itu sudah teralokasikan ke desa, sementara item Dana Perimbangan mengalami tunda salur yang hingga saat ini belum diterima daerah. ”Total dana untuk desa yang belum tersalurkan hingga saat ini sekitar Rp 12 miliar,” sebutnya.

Ia melanjutkan, dana perimbangan Natuna pada triwulan akhir ini berada pada kisaran Rp 50 miliar hingga Rp 200 miliar. ”Kalau ini sudah teralokasikan, saya yakin seluruh hutang desa itu bisa segera terbayarkan,” ujarnya.

Mengenai alokasi itu, Dicky mengaku belum menerima kepastiannya dari Kementerian Keuangan karena sejauh ini mereka masih dalam tahap mengikuti proses audit BPK.

”Kesimpulannya kita semua mesti bersabar dulu. Mereka di pusat masih diaudit BPK, abis tahapan ini mungkin segera bisa dilaksanakan alokasinya,” tutup Dicky. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here