Tunjangan ASN Bisa Capai Rp59 Juta

0
1589
Para pejabat Pemko Batam saat mendampingi Wako Batam HM Rudi ketika meninjau daerah Jodoh beberapa waktu lalu.f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Rerormasi Birokrasi (PAN-RB) menyiapkan sistem penggajian Aparatur SIpil negara (ASN) yang dulu dikenal dengan PNS. Di pihak lain, Pemko Batam menyiapkan dan sudah mengajukan sistem penentuan tunjangan ASN. Sesuai konsep yang sudah dikaji bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) itu, ke depan tunjangan ASNBatam hanya satu. Nilai tunjangan tertinggi, Rp59 juta dan yang terendah Rp6 juta.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin, Kamis (11/1), saat ditanya wartawan, me?ngungkapkan rancangan tunjangan itu. ”Berapa tunjangannya, tergantung klasifikasi nilai jabatannya. Paling tinggi Rp59 juta tunjangan. Itu Sekda. Paling rendah, Rp6 juta. Tapi itu dilaksanakan sesuai kemampuan daerah,” ungkap Jefridin.

Menurut Jefridin, di Batam ada 16 nilai jabatan, mulai sekda sampai bawah. Dimana, dipegawai bawah, disebutkan ada juga jabatan-jabatan fungsional. ”Yang rendah, ada staf yang punya jabatan fungsional. Jadi (ibaratnya) antara auditor, pemeriksa beda. Semua nilai. Akan diterapkan kalau disahkan menteri dan dipilih pak Wali yang mana,” sambungnya.

Baca Juga :  Smartfren Beri Potongan Harga Paket Unlimited 

Penerapan tunjangan ditegaskan tidak harus 100 persen untuk pegawai Pemko. Alasannya tergantung kemampuan anggaran. ”Kalau anggaran mampu tiga (jabatan), ya tiga yang diterapkan. Sekarang masih di Menpan. Menpan mengevaluasi, baru ditentukan Wako yang mana. Belum bisa diterapkan semuatahun 2018, tapi sudah takarannya,” ungkapnya lagi.

Diingatkan, pihaknya tetap mengacu pada aturan. Tapi besaran tunjangan nantinya akan mengikuti keputusan Wali Kota. ”Kami sudah mempersiapkan menunya. Jadi mungkin nanti konsepnya singeleri (satu tunjangan). Itu konsep ya. Saya ulangi, itu konsep, nanti pak Wali yang akan memutuskan. Itu kebijakan,” tegas mantan Kadis Pendapatan Batam ini.

Baca Juga :  Dewi Yull Meriahkan STQ Belakangpadang

Diakui, konsep pemberlakuan tunjangan itu sudah diajukan ke Menpan. Dimana sebelumnya, pihaknya sudah membahas bersama BKN. Jika disetujui Menpan, maka ke depan tidak ada lagi berbagai macam tunjangan di Pemko Batam. Tapi satu tunjangan yang direncanakan diterapkan, akan tergantung dengan nilai jabatan dan kinerja. ”Makanya berdasarkan Njab (nilai jabatan). Kita sudah persentasi pak Wali. Tapi mana yang diambil pak Wali, itu kebijakan pak Wali nanti,” ulangnya.

Dalam pemberian tunjangan itu, diakui saat ini yang penting dibicarakan lagi, terkait dengan konsep pengurangan tunjangan. ”Secara konsep, ada empat nilai pengurang tunjangan. Pertama kehadiran pegawai. Selain itu ada kinerja pribadi. Jadi mereka setiap harus mengimput apa yang mereka kerjakan,” bebernya.

Baca Juga :  Minta Tiap Kampung Tua Ada Cagar Budaya

Ada juga faktor perilaku yang akan mempengaruhi tunjangan. Dan faktor lain, terkait dengan kinerja organisasi. ”Misalnya dinas PU bulan ini apa targetnya,” sebutnya.

Untuk tahun 2018, mungkin belum kita terapkan seluruhnya, 100 persen. Tapi kedepan insya Allah kalau sudah disetujui, baik pak Wali dan Menpan, memilih mana, akan kita laksanakan. Jadi ini belum kita terapkan,” imbuh Jefridin mengakhiri.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here