Tuntut Myanmar Hentikan Kekerasan

0
539
MENGUNGSI: Kaum wanita Rohingya mengungsi dari daerah konflik di negara bagian Rakhine Myanmar. f-jpnn

Majelis Umat Kristen Indonesia Sikapi Nasib Rohingya

Nasib etnis Rohingya di Myanmar jadi sorotan dunia internasional. Sangat disayangkan terjadi aksi kekerasan terhadap kaum minoritas itu. Meski demikian, banyak yang menyatakan sikap, agar aksi itu jangan dikaitkan dengan agama. Ini adalah aksi kemanusiaan.

BATAM – SERUAN untuk menghentikan aksi kekerasan terhadap warga Royingnya juga datang dari Dewan Pimpinan Pusat Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) melalui Ketua Umum, Djasarmen Purba. Ia menuntut penghentian kekerasan di Myanmar, terhadap etnis Rohingya. Penghentian kekerasan ditegaskan diminta untuk dilakukan pemerintah Myanmar.

Penegasan itu disampaikan MUKI yang ditandatangani Sekjen MUKI, Mawardin Zega, seperti diterima Tanjungpinang Pos, Senin (4/9) kemarin. ”MUKI menuntut pemerintah Myanmar menghentikan segala bentuk tindakan kekerasan kemanusiaan yang sedang berlangsung
terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar,” tegasnya.

Selain itu, Djasarmen menyatakan mendukung sepenuhnya pemerintah Indonesia, untuk berperan aktif dalam menyelesaikan kekerasan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya. Mendukung pemerintah Indonesia, membantu pengungsi Rohingya. ”MUKI mendorong pemerintah menjadi penggerak kemanusiaan di Myanmar dan di Asia Tenggara,” imbaunya.

MUKI juga meminta kepada semua umat pada umumnya dan umat Kristen pada khususnya untuk berdoa bagi keselamatan dan kesejahteraan etnis Rohingya. Baik yang di Rakhine maupun yang ada di pengungsian. ”Kita bersikap, melihat perkembangan kekerasan kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar semakin meluas,” sambung anggota DPD RI dari Kepri itu.

Dimana, akibat kekerasan itu, korban jiwa dan harta benda serta perpindahan secara terpaksa etnis Rohingya dari kediamannya di Rakhine, Myanmar semakin besar.

MUKI memandang kekerasan yang terjadi terhadap etnis Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan. ”Sebagai negara yang menjunjung tinggi konstitusi dan hak asasi manusia, bangsa Indonesia terpanggil untuk mengambil bagian dan berperan aktif dalam menyelesaikan konflik kekerasan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya yang diduga dilakukan pemerintah Myanmar,” imbuhnya.

Kekerasan di Rakhine terus memburuk dan ribuan umat muslim Rohingya mengungsi. Ribuan orang meninggalkan rumahnya di negara bagian Rakhine, Myanmar, karena memburuknya kekerasan. Penduduk sipil muslim Rohingnya mengungsi dengan melintasi perbatasan ke Bangladesh namun penjaga perbatasan mengusir sebagian dari mereka kembali ke wilayah Myanmar.

Di Vatikan, Paus Fransiskus, menyerukan agar kekerasan atas warga Rohingya dihentikan. Umat muslim Rohingya sering menjadi korban kekerasan aparat keamanan maupun kelompok militan. Sebelum kekerasan terbaru ini, puluhan ribu warga Rohingya sudah mengungsi ke Bangladesh karena mengaku menjadi korban penganiayaan.

Rakhine yang merupakan negara bagian termiskin di Myanmar menjadi tempat tinggal dari lebih dari satu juta orang Rohingya yang beragama Islam. Pemerintah Myanmar mengatakan operasi militer di negara bagian Rakhine untuk memburu para militan Rohingya.

Menteri Agama RI pun meminta para jamaah haji berdoa di Tanah Suci untuk keselamatan warga Rohingya. Begitu juga dengan para kepala daerah mengajak warganya memanjatkan doa untuk warga etnis Rohingya di Myanmar yang menderita karena tindak kekerasan.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here