Tuntutan Tak Dikabulkan Mahasiswa Demo lagi

0
726
DEMO: Puluhan mahasiswa melakukan aksi demo di kantor Dinas Pendidikan Kepri Jumat (15/12). Mereka menuntut penyaluran beasiswa transparan. F-SUHARDI/TANJUNGPINANG POS

Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dituding tebang pilih dalam penyaluran beasiswa tahun anggaran 2017.

DOMPAK – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tanjungpinang, mereka mengatasnamakan Aliansi Pemuda Terpelajar (Apatar) kembali melakukan aksi demo di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Jumat (15/12). Mahasiswa menuntut janji Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri, Arifin Nasir akan menuntaskan masalah pembagian bantuan beasiswa untuk mahasiswa di wilayah Kepri.

Para pedemo menuding pemerintah daerah pilih kasih dalam penyaluran beasiswa. Karena banyak ditemukan nama calon penerima beasiswa yang namanya ganda. Ironisnya, calon penerima bantuan beasiswa adalah pesanan dari oknum-oknum pejabat pemerintah daerah.

Pada aksi demo kemarin, Kadisdik Arifin Nasir tidak mau menemui pedemo. Mereka mengutus Sekretaris Disdik Damsiri. Bahkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bantuan beasiswa Sumantri juga tak mau menemui pedemo.

”Kami butuh penjelasan yang konkrit. Kami minta PPTK hadir di sini, menjelaskan. Tuntaskan masalah. Jangan sampai beasiswa tidak tepat sasaran,” pinta Erik saat menyampaikan orasi.

”Kita minta transparan, kalau timselnya gampang di interpensi, PPTK pecat, seleksi diulang,” teriak pedemo.

Masiswa sudah dua kali menggelar demo soal beasiswa tahun anggaran 2017. Mahasiswa mengaku ada banyak kejanggalan yang di temukan mahasiswa dalam proses seleksi beasiswa yang di selenggarakan Disdik Kepri.

Mahasiswa juga memprotes penerima beasiswa kepada pegawai honorer dan ASN yang masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Tanjungpinang. Sekretaris Dinas Pendidikan Kepri Damsiri yang menerima pedemo menjelaskan ada sekitar 4.600 proposal yang masuk ke timsel Disdik Kepri.

Sementara jumlah bantuan yang akan disalurkan hanya untuk 975 mahasiswa saja. Menurutnya, calon penerima yang berhak menerima bantuan antara lain mahasiswa prestasi, mahasiswa kurang mampu, mahasiswa baru serta mahasiswa S2 dan S3.

”Saya pastikan tidak ada interpensi ataupun titipan dari pihak manapun. Apalagi sampai ada dauble nama calon penerima beasiswa,” tegas Damsiri kepada wartawan.

Aksi demo sejumlah mahasiswa dikawal penjagaan anggota kepolisian Polres Tanjungpinang. Berbeda dengan aksi sebelumnya sejumlah mahasiswa justru di hadang sejumlah ormas yang mengenakan seragam lengkap.

Mereka menghalangi aksi mahasiswa yang berupaya masuk ke kantor Disdik untuk bertemu langsung dengan Kadisdik Kepri Arifin Nasir. (SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here