Turis Pun Ikut Berburu Durian

2
216
PEDAGANG buah durian yang sedang berjualan menawarkan duriannya. F-ISTIMEWA

Petani kebun Durian Natuna semringah, karena sebagian urian sudah memasuki musim panen dan komoditi yang satu ini menjadi salah satu pendapatan warga.

NATUNA – Pada musim panen buah durian ini, paling dinanti warga bahkan wisatawan yang berkunjung juga berbubur durian tersebut. Parman, seorang petani durian di Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut mengatakan, durian di kebunnya sudah masuk tahap panen awal.

Sebagian kecil pohon duriannya sudah mulai merontokkan buahnya, meski belum seberapa banyak jumlahnya. ”Alhamdulillah kita sudah mulai panen. Sekitar seminggu belakangan ini sudah ada yang mulai jatuh sikit-sikit,” tutur Parman di Jalan Yos Sudarso, Ranai, Rabu (4/7).

Bahkan tidak sedikit petani durian yang sudah mulai sibuk di kebunnya, karena menunggu buah duriannya runtuh untuk dijual. ”Di sebagian wilayah juga sudah ada yang nginep di kebunnya untuk menunggu durian jatuh,” sambungnya.

Namun begitu, ia mengaku panen durian tahun ini tidak bisa dikategorikan panen raya karena secara rata-rata buah durian tidak sebanyak beberapa tahun lalu. Selain itu, panen durian tidak terjadi secara serentak karena buah durian saat ini memiliki ukuran dan usia yang beraneka ragam. ”Panen raya sih tidak. Karena kalau dibandingkan dengan panen dua tahun sebelumnya buah duriannya tidak sebanyak itu,” ungkapnya.

Akan tetapi dia mengaku syukur, dengan berkah itu meskipun kurang banyak karena keberadaannya cukup membantu. ”Tapi alhamdulillah, lumayan lah untuk menambah pendapatan. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak,” pungkasnya. (HARDIANSYAH)

2 KOMENTAR

  1. judul dan isinya sama sekali tidak nyambung.karena isinya tidak ada menceritakan tentang pembeli apalagi turis yang beli durian. pimrednya kemana?

  2. itu lah bahasa koran. biasa itu, dan kamu komen gini dan klik saja berarti kamu tertarik membacanya kan. awalnya aq jg gtu. Tapi ini tren bahasa koran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here