Turis Tiongkok Jadi TKA di Tambak Udang

0
1206
INVESTASI TAMBAK: DPRD Bintan meninjau investasi baru tambak udang di Desa Malang Rapat, baru-baru ini. Tambak udang ini sebagai tempat bekerja turis asal Tiongkok. F-ISTIMEWA/dok dprd bintan

BINTAN – PIMPINAN dan Komisi II bidang perikanan DPRD Bintan meradang, ketika menemukan turis asal negara Tiongkok, malah menjadi Tenaga Kerja Asing (TKA) di investasi tambak udang, pekan lalu. Setelah diperiksa kepolisian, delapan turis Tiongkok yang diduga jadi TKA itu dipulangkan, karena paspor yang digunakan sudah habis masa berlakunya.

Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo menjelaskan, DPRD Bintan mendapat laporan, ada investasi baru berupa usaha tambak udang, di Desa Malang Rapat. Investasi di bidang perikanan ini menggunakan teknologi kincir angin. Pimpinan dan Komisi II tertarik dengan investasi ini, sehingga ditinjau ke lokasi.

DPRD Bintan, lanjut Agus Wibowo merasa bangga ada investasi baru di bidang perikanan, yang menanamkan investasi di Bintan. Tapi sewaktu tiba di lokasi tambak udang itu, dewan menemukan 35 orang pekerja asal Tiongkok.

”Mereka tidak bisa berbahasa Indonesia. Saya coba gunakan bahasa Cina (Tiongkok) yang biasa digunakan di Bintan, mereka pun tak ngerti. Mungkin TKA itu berasal dari Tiongkok pedalaman, yang menggunakan bahasa kampung mereka lah,” jelas Agus Wibowo, di sela istirahat pembahasan RAPBD 2018, Kamis (23/11) kemarin.

Menurut Agus Wibowo, pihaknya menghubungi pihak aparat. Setelah diperiksa, ternyata para pekerja tambak udang itu masuk ke Indonesia sebagai turis.

”Ya, turis Tiongkok sekarang jadi TKA tambak udang. Sebagai turis itu hanya modus. Dari 35 TKA asal Tiongkok itu, delapan dipulangkan karena paspornya sudah habis masa berlaku. Yang lain, sedang diproses KITAS,” sambung Agus Wibowo.

Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi II DPRD Bintan Zulkifli. Selain modus turis asal Tiongkok yang menjadi TKA di Bintan, menurutnya, izin tambak udang di Malang Rapat itu, belum lengkap. Sementara, usaha tambak udang dengan menggunakan teknologi kincir angin (penggerak air) itu, sudah berjalan.

Zulkifli memperkirakan, sudah ada 1 hektare lahan yang digarap untuk usaha tambak udang itu. Sekarang, ada upaya perluasan area untuk tambak udang itu. Kemudian, di lokasi juga dibangun penginapan para TKA.

”Bagi kami, investasi itu seharusnya mengutamakan pekerja lokal. Kemudian, kita juga perlu waspadai para turis yang masuk Bintan, terutama dari Tiongkok. Mereka yang masuk, harus dipastikan sama jumlahnya, saat kembali ke Tiongkok. Jangan ada turis yang nyangkut jadi TKA di Bintan,” tambah Zulkifli.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here