Tutup Peluang untuk Lulusan SLTA

0
403
Sahtiar SH MM

Untuk daerah Anambas, lulusan SLTA (SMA/MA/SMK) belum bisa dipastikan apakah bisa melamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 ini.

Apalagi, formasi yang dibuka nanti untuk lulusan D3 dan S1 saja. Bahkan, Sekda Pemkab Anambas, Sahtiar belum bisa memberi harapan kepada lulusan SMA.

Ia menyebutkan, untuk informasi yang ia ketahui saat ini hanya ada formasi tamatan D3 dan S1. Sedangkan untuk SLTA belum bisa ia sampaikan apakah ada atau tidak.

”SLTA belum bisa saya pastikan. Tapi kuota Anambas diberikan hanya sebanyak 296 orang dari KemenpanRB. Alhamdulilah kita dapat juga,” ucap Sahtiar.

Sahtiar juga berjanji akan mengumumkan hal ini dalam waktu dekat. ”Saya tidak bisa pastikan, tentunya kita tidak akan mengubah apa yang diberikan oleh Kemenpan RB dan juga tidak akan mempersulit. Tunggulah sekitar satu sampai tiga hari lagi akan kita umumkan terkait jumlah masing-masing tenaga formasinya dan persyaratanya,” ucap dia.

Sejumlah calon pelamar CPNS yang ada di Anambas dan ingin mengadu nasib masih banyak terutama tamatan SLTA agar diberi peluang untuk bisa mengikuti tes CPNS tersebut.

Fery Irawan salah seorang warga Kecamatan Jemaja mengatakan, bahwa formasi tes CPNS yang dibuka pada tahun 2018 ini diharapkan diberi peluang juga bagi yang tamatan SLTA.

Sebab ia menilai masih banyak warga Anambas yang tidak melanjutkan sekolah di perguruan tinggi, namun bisa mengadu nasib menjadi pegawai negeri.

”Mudah-mudahan pembukaan tes CPNS tahun 2018 ini ada peluang bagi yang tamatan sekolah SLTA atau sederajat. Kenapa? masih banyak anak muda Anambas yang tidak melanjutkan sekolah di perguruan tinggi,” ungkap Fery kepada wartawan, Minggu (9/9).

Ia mengatakan, jika peluang itu dibuka tentu akan terbuka luas bagi anak-anak Anambas. Ia juga tidak menafikan bahwa akan mengikuti tes CPNS nanti ketika peluang formasi SLTA itu ada, meskipun kini ia masih mengeyam pendidikan di perguruan tinggi.

”Kalau tidak dibuka formasi untuk SLTA di Anambas, saya yakin akan banyak yang kecewa. Sebab peluang seperti ini sulit di dapatkan untuk saat ini. Soal lulus tes atau tidak itu tergantung nasib dan kecerdasan anak itu sendirilah,” ujarnya.

Biaya di APBD Perubahan
Pendaftaran CPNS seluruh Indonesia, termasuk Tanjungpinang akan segera dilaksanakan. Rencananya akan dibuka 19 September mendatang.

Meski demikian, biaya untuk pelaksanaan tes CPNS baru akan dialokasikan di APBD Perubahan Pemko Tanjungpinang 2018. Masih akan dibahas TAPD bersama DPRD Tanjungpinang.

Sesuai keputusan Kemenpan-RB, Kota Tanjungpinang mendapat kuota untuk 246 orang, dari 620 orang yang diusulkan untuk belbagai formasi.

Kepala BKSDM Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan menuturkan, anggaran pelaksanaan tes CPNS memang belum dialokasikan, karena baru mendapat informasi pasti dan resmi terkait pelaksanaan, baru-baru ini.

Meski demikian, ia memastikan tidak ada kendala mengenai pelaksanaan tes CPNS nantinya, sebab diyakini, anggota DPRD akan mendukung pelaksanaannya dan anggarannya bisa diplot di APBD Perubahan.

Terkait besaran biaya, menurut Tengku Dahlan tidak akan terlalu besar, sebab diyakini pusat sudah siap. Serta peralatan Pemko Tanjungpinang juga sudah siap dari segi peralatan seperti komputer.

”Kita tidak membeli komputer lagi, jadi tidak perlu biaya besar lagi paling untuk biaya pelaksanaan di daerah,” ucapnya.

Terkait lama pelaksanaan tes, Tengku menuturkan, maksimal hingga akhir Desember 2018 para CPNS yang lulus sudah diumumkan.

”Tahapan-tahapannya belum diumumkan nanti jika sudah ada akan kami sampaikan secara resmi melalui web,” tuturnya.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengaku belum menerima informasi resmi terkait kuota CPNS untuk Pemko Tanjungpinang.

Meski demikian, ia menuturkan, bahwa tes harus dilaksanakan, yang nantinya biaya akan diplot di APBD Perubahan mendatang.

”Jadi kegiatan mendahului APBD Perubahan karena ini sesuai dengan instruksi pusat. Nantinya biayanya akan diganti sesuai dengan kebutuhan,” paparnya.

Terkait besaran biaya pelaksaan, ia menuturkan berada di OPD terkait. Komisi I, khususnya, ia secara pribadi mendukung pelaksanaan agar berjalan sesuai ketentuan pusat. (end/dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here