Uang Debu Ditilap Tim DKTM & Kades

0
738
LOKASI: Aktivitas tambang pasir PT Growa yang berlokasi di Desa Tanjung Irat. f-TENGKU IRWANSYAH/tanjungpinang pos

Jaksa Periksa Aliran Dana Pasir Darat

LINGGA – Ketua tim Dana Kepedulian Terhadap Masyarakat (DKTM) Jasmin, serta Kepala Desa Tanjung Irat Kahar diperiksa pihak Kejaksaan Neger (Kejari) Lingga, Kamis (28/9).
Keduanya diperiksa, karena diduga telah menyalahgunakan wewenang DKTM atau uang debu yang diperuntukkan bagi warga.

Dana kompensasi dari program DKTM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah yang terkena dampak aktivitas perusahaan. Namun yang terjadi, DKTM di Desa Tanjung Irat Kecaman Singkep Barat tersebut diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Sebab, keduanya harus mempertanggungjawabkan DKTM tersebut.

”Saya diperiksa penyidik Kejari Lingga selama 4 jam terkait pengunaan DKTM senila Rp 540 juta yang diperuntukkan untuk pemasangan instalasi rumah warga dari perusahaan pasir darat PT Growa,” kata Jasmin, ketika keluar dari ruang penyidik Kejari Lingga, Kamis (28/9).

Baca Juga :  Pekan Depan KMP Paray Beroperasi Lagi

Jasmin menjelaskan, pemanggilan oleh pihak Kejari Lingga terkait penggunaan DKTM untuk pemasangan instalasi yang belum selesai dikerjakan di dua dusun di Desa Tanjung Irat. Dua dusun tersebut, yakni Dusun Setawar dan Cukas yang sesuai proposal pengajuan pencairan yang dilakukan desa bersama tim pencairan DKTM. ”Ada pekerjaan yang belum selesai dilakukan. Nilainya seratusan juta rupiah. Dana sudah habis dipergunakan,” aku Jasmin.

Habisnya DKTM itu, menurut informasi untuk keperluan pengurusan pencairan dan sebagian untuk kepentingan pribadinya bersama kepala desa Cukas yang meminjam uang tersebut kepadanya. ”Tapi yang menghabiskan uang itu bukan saya sendiri. Semua anggota tim termasuk kepala desa ada memakainya. Saya hanya dimanfaatkan untuk menanggung kesalahan ini,” sebutnya.

Baca Juga :  Lingga Targetkan Raih Juara Umum

Pernyataan kepala desa yang menuding dirinya, yang telah menghabiskan anggaran DKTM tersebut dibantah Jasmin. Sebagai ketua tim, memang ia yang mengambil uang dari pihak perusahaan dengan disaksikan anggota dan Kepala Desa Cukas. ”Lihat, kalau saya yang terus disalahkan saya akan buka bukaan,” ancam Jasmin.

Kepala Desa Tanjung Irat Kahar mengatakan, usai pemeriksaan di Kejari Lingga membenarkan bahwa dirinya diperiksa oleh penyidik Kejaksaan terkait adanya laporan dari masyarakat tentang penyelewengan dana DKTM. ”Saya ditanya seputar DKTM yang pencairannya langsung diterima oleh ketua tim DKTM senilai Rp 540 juta,” kata Kahar.

Baca Juga :  Disdik Pantau Kedisiplinan Guru

Menurut penjelasan Kahar, DKTM yang ditangani oleh ketua tim rencananya akan digunakan untuk pemasangan instalasi listrik rumah warga di desanya. ”Memang saya ada pinjam untuk kepentingan pemasangan instalasi di kantor desa. Tapi pinjaman itu akan saya dikembalikan,” imbuh Kahar usai diperiksa.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here