Ubah Pinang Jadi Kota Entrepreneur

0
208
Walikota Tanjungpinang didampingi Kadispora Tanjungpinang, Djaman Sos mengenakan kartu tanda peserta.

TANJUNGPINANG – Saat ini, sekitar 11 ribu warga Tanjungpinang pengangguran. Data ini disampaikan Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Salah satu tugas pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menyediakan lapangan kerja sehingga pengangguran turun, demikian juga dengan kemiskinan.

Tapi, untuk pekerjaan besar ini tidak bisa dilakukan pemerintah semata. Pola pikir masyarakat harus berubah. Jika selama ini menguliahkan anaknya dengan harapan bisa jadi pegawai, maka ke depan harus diubah.

Mahasiswa atau sarjana juga jangan mengarah ke pegawai lagi. Kota ini harus diubah memiliki entrepreneur muda. Kota perdagangan. Sehingga ekonomi tumbuh dan kuat.

”Kalau orangtua menguliahkan anaknya biasanya tak tak ingin anaknya jadi penjual mie. Pingin jadi pegawai. Yang dicari orangtua ingin anaknya pegawai. Tinggalkan mindset itu. Ini harus kita ubah,” ujar Syahrul saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda Tanjungpinang yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Pemko Tanjungpinang di Aula Asrama Haji, Senin (18/3).

Dalam acara itu, sebanyak 50 muda-muda yang ikut pelatihan. Ini juga salah satu jalan menambah entrepreneur muda di Tanjungpinang. Ia berharap, mereka ini bisa menjadi penyambung lidah pemerintah dengan kawula muda lainnya untuk mengubah mindset tersebut.

Kaum ulama mengatakan, 70 persen ekonomi berada di wirausaha atau dagang. Berpedoman dengan itu, maka kawula muda harus berani memulainya, komitmen dan terus dijaga.

”Untuk menumbuhkan para wirausahawan muda, menjadi tugas bersama. Kaum pemuda bisa berkaca dari pengalaman mereka-mereka yang sukses. Ada yang meniti dari bawah. Bahkan ada yang bergerak dari kondisi minus,” katanya memberi motivasi.

Rata-rata orang memiliki talenta jualan atau berwira usaha. Tapi, banyak yang tak berani dan tidak percaya diri. Dengan pelatihan seperti itu, H Syahrul berharap dorongan untuk berwira usaha makin kuat.

Kawula muda juga harus memahami tantangan zaman sekarang ini. Bukan hanya perkembangan teknologi informasi yang harus diikuti, namun skill juga sangat dibutuhkan di era globalisasi dan MEA.

Ia mendorong agar semua tak menyerah dengan kondisi ekonomi yang melemah secara global. Justru ini jadi motivasi agar ke depan ekonomi kuat meski badai krisis ekonomi terjadi.

Ia juga mencontohkan salah satu pejabat negara asal Kepri yang sukses di berbagai bidang usaha yakni, Asman Abnur mantan Menpan RB. Kini, Asman sering memberi motivasi kepada kawula muda di Kepri agar bangkit.

Sekarang, Asman maju sebagai Caleg. Yang dicarinya bukan mendapatkan gaji dari APBN karena ia sudah matang. ”Mohon maaf, saya bukan kampanye. Tapi beliau itu ingin berbuat lebih luas lagi untuk Kepri,” katanya lagi.

Kepada para peserta, Syahrul mengatakan agar mengikuti pelatihan itu dengan serius dan gali ilmu sebanyak mungkin dari narasumber yang dihadirkan.

Kadispora Tanjungpinang Djasman mengatakan, pelatihan itu digelar empat hari dengan mendatangkan berbagai narasumber yaitu dari Kemenpora, pengusaha dan lainnya.

Pesertanya terdiri dari, mahasiswa/mahasiswi 24 orang, komunitas kreatif pemuda 20 orang dan organisasi kemasyarakataan 6 orang. Narasumbernya yakni Toni Pinoman selaku Kabid Akses Permodalan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora. Al Ahmadi entrepreneurhip Center Kota Batam, Lisya Anggraini.

Pimpinan Citra Sari Snack dan Catering Tanjungpinang, Kartika. Dosen STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Dwi Vita Lestari, Ketua Forum Pengembangan Ekonomi Lokal Tanjungpinang, Sapril Sembiring dan Founder CV Traveller Bintan-Kepri, Mirawati. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here