Uji Nasionalisme Siswa di Tengah Laut

0
166
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun bersama anak sekolah dari Pulau Rejai di perairan Lingga, akhir pekan lalu. f-istimewa/humas pemprov kepri

LINGGA – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun harus menghentikan kapal pendidikan yang membawa anak-anak dari Pulau Rejai ke Tanjung Lipat, Kabupaten Lingga. Nurdin merasa bahwa keberadaan anak-anak yang sedang duduk di atas kapal, sangat berbahaya ketika laut tidak bersahabat.

”Saya kira kapalnya penuh tadi, makanya saya setop. Rupanya cari angin di luar,” kata Nurdin, dalam kunjungannya ke Lingga pekan lalu.

Nurdin yang sedang berkunjung di Pulau Rejai, berencana kembali ke Tanjungpinang. Dalam perjalanan tersebut, Nurdin bertemu dengan kapal pendidikan yang sedang mengangkut para siswa.

Karena melihat para siswa banyak yang duduk di atas kapal, Nurdin langsung menghentikan kapalnya. Begitu berhenti, dan kapal yang membawa Nurdin merapat ke kapal pendidikan, baru terlihat bahwa para pelajar memang lebih senang berada di atas kapal.

Meski anak-anak pulau itu ‘akrab’ dengan laut tersebut, tapi bagi Nurdin keselamatan adalah yang utama. Nurdin langsung berpesan kepada nakhodanya untuk lebih berhati-hati. Karena segala risiko di laut dapat terjadi kapan saja.

”Apalagi kapal belum dilengkapi pelampung,” kata Nurdin.

Pompong bantuan Dinas Pendidikan tersebut setiap hari membawa anak anak sekolah dari Pulau Rejai ke Tanjung Lipat. Nurdin langsung memerintahkan Kadisdik untuk segera memberi bantuan pelampung.

Kalau pelampung sudah diberikan, Nurdin minta dikenakan saat sedang di laut.

Nurdin melihat kapal tersebut agak kurang pas dalam hal kenyamanan. Sehingga anak-anak lebih senang berada di atas kapal.

Nurdin pun berpesan, bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat harus pas dan sesuai kebutuhan. Setelah dibantu, harus terus dievaluasi. Sehingga bantuan-bantuan ke depan semakin pas.

”Apalagi untuk kapal untuk pelajar, semua harus nyaman dan penuh keselamatan,” kata Nurdin.

Ketika menghentikan kapal dan bertemu pada pelajar, Nurdin tak lupa ‘menguji’ pengetahuan anak-anak. Salah satunya menguji seorang pelajar untuk membacakan Pancasila. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here