Ukir Sejarah, Lulusan Perdana dengan IPK 4,0

0
577
Heri Suantosa bersama kedua orangtuanya. F-istimewa

Heri Suantosa, Wisudawan Terbaik STIE Pembangunan Tanjungpinang

Heri Suantosa (23) menjadi lulusan pertama Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pembangunan (STIE) Pembangunan Tanjungpinang yang meraih IPK 4,0 alias cumlaude.

TANJUNGPINANG – KETIKA menyusun skripsi, Heri sangat serius. Sebab, tinggal mata kuliah yang satu ini yang belum diketahui nilai apa. Usai meja hijau, Heri semringah keluar ruangan. Nilainya A yang berarti, semua mata kuliahnya A.

Dengan menggarap skripsi yang berjudul, ‘Pengaruh Leverage, Profitabilitas Pertumbuhan Perusahaan dan Disclosure Level Terhadap Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016 mengantarkannya menjadi wisudawan pertama yang lulus dengan IPK cumlaude 4,0. Putra pasangan Hin Tjuan dan Rosjati ini diwisuda bersama sarjana lainnya pada saat acara Wisuda Sarjana ke-VIII, Kamis (28/2) lalu.

Saat menyusun skripsi, ia dibimbing dosen sekaligus Ketua STIE Pembangunan Charly Marlinda S.E, M.AK, AK Sie.

Pada tahun 2018 lalu, predikat cumlaude institusi Kampus STIE Pembangunan diraih Linda Wati dengan IPK 3,92 dari Prodi Manajemen.

Heri Suantosa yang kini bekerja dibagian audit di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Nusantara merasa senang dengan hasil yang dicapainya.

”Saya hanya berusaha semaksimal mungkin. Makanya setiap pekerjaan apa pun, termasuk skripsi ini saya selalu berusaha yang terbaik saja. Syukur kalau memang hasilnya bagus,” terang Heri saat diwawancarai Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Mengenai skripsi yang dibuatnya, Heri mengaku tertantang dan ingin belajar mengenai perkembangan atau pertumbuhan suatu perusahaan melalui opini audit.

Dengan mengandalkan penelitian dari data opini audit, dari beberapa perusahaan yang ada di listing website Bursa Efek Indonesia.

Menurutnya, laporan hasil audit yang ditampilkan dapat diketahui tumbuh atau tidaknya suatu perusahaan.

Ia tertarik, terkait informasi laporan keuangan yang tertera yang secara nyata bisa dijadikan tolak ukur sehat atau tidaknya perusahaan.

Di tempat ia bekerja saat ini Heri mengaku tidak ada masalah dalam beradaptasi. Sebab, beberapa materi perkuliahan di STIE Pembangunan juga hampir sama dan tidak jauh berbeda.

Sehingga, tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dalam bekerja di bidang audit BPR Dana Nusantara.

Hanya saja, masih ada bimbingan dari beberapa staf kantor yang membantunya.

Heri juga mengenang, pada saat menguji skripsinya penuh rasa gugup. Namun, menurutnya hal itu biasa dan ia juga berhasil menghadapinya.

”Kurang lebih selama kurun waktu hampir 2 jam, saya diuji waktu itu. Saya hanya berusaha semaksimal mungkin, dan ternyata hasilnya sangat membanggakan. Terima kasih untuk dosen pembimbing saya, yang juga ketua STIE Pembangunan ibu Charly Marlinda SE.M.Ak.Ak.CA,” ungkap anak tunggal dari pasangan Hin Tjuan dan ibu Rosjati.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here