UKM Sinematografi Stisipol Diskusi dengan Budayawan Jepang

0
781
DOSEN Stisipol Raja Haji ZamzamiA Karim saat membuka kegiatan nonton film The Last Samurai dan diskusi bersama usai nonton yang menghadirkan budayawan Jepang asal Indonesia Dr Irwan Djamaluddin, Sabtu (10/2).f-istimewa/humas stisipol

TANJUNGPINANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sinematografi Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang menggelar nonton bareng film The Last Samurai.

Kegiatan nonton bareng juga dilangsungkan diskusi dengan seorang budayawan Jepang asal Indonesia Dr Irwan Djamaluddin di Kampus Stisipol Raja Haji Km 8 Atas, Sabtu (10/2).

Film The Last Samurai tersebut dibintangi oleh aktor laga kawakan Hollywood, Tom Cruise. Dodi Irawan selaku ketua UKM Sinematografi mengatakan, kegiatan ini dibuat agar mereka dapat mengetahui bahwa dalam karya sebuah cerita film mempunyai makna dan filosofi yang sangat mendalam.

Sehingga, mahasiswa/i yang hadir mengikuti nonton bareng dan diskusi bukan hanya sekedar sebuah tontonan hiburan saja. Namun, lanjut Dodi, juga terdapat edukasi yang diberikan kepada masyarakat dengan belajar dari budaya daerah lainnya seperti negara Jepang yang sangat menjaga budayanya hingga saat ini.

Baca Juga :  Dies Natalis Asah Keterampilan Mahasiswa Menggelar Acara

”Bagaimana mereka konsisten mengimplementasikan marwah sebagai nilai-nilai budayanya, yang harus dipertahankan dalam era saat ini. Pesan itu yang terdapat di dalam film The Last Samurai,” sebut Dodi, Senin (12/2).

Dodi menjelaskan, pemutaran dan diskusi film The Last Samurai didasari karena film tersebut mengandung unsur kebudayaan Jepang yang sangat kental.

Selain itu, kelompok samurai yang tetap konsisten mempertahankan budaya Jepang dalam arus perkembangan modernisasi dengan prinsip ‘Kematian dalam mempertahankan marwah adalah kebahagiaan’. Diskusi film tersebut, turut diperdalam dari narasumber yang juga pakar budaya Jepang Dr Irwan Djamaluddin.

Baca Juga :  Mahasiswa Stisipol dan UniSZA Malaysia Penelitian Bersama di Tembeling

Beliau merupakan penulis buku ‘Mengisi Roh ke Dalam Jasad’ bekerja sebagai staf pengajar Program Studi Jepang di Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI).

Tak heran, Dr Irwan Djamaluddin mendapatkan gelar PhD untuk S3-nya di Universitas Kyoto di negeri sakura itu. Dalam diskusi fim tersebut beliau menjelaskan bagaimana sebuah kelompok yang bernama samurai di Jepang sangat mempertahankan nilai-nilai kultur budaya, rasa malu, menghormati musuh sebagai tamu dan kematian dalam mempertahankannya adalah sebuah kebahagian abadi.

Selanjutnya, Dr Irwan Djamaluddin menjelaskan, dalam kebudayaan Melayu nilai-nilai budaya telah tertanam kuat dalam Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji.

Baca Juga :  Peneliti 21 Kampus Bahas Sastra

Seharusnya, Provinsi Kepri benar-benar mengimplementasikan ideologi untuk mengugah semangat pada masa reformasi dan di era moderenisasi sekarang ini.

”Seperti pada film The Last Samurai pada alur budayanya, kelompok samurai mempertahankan kebudayaan mereka dalam arus modernisasi saat itu yang ingin merubah budaya dan cara pandang mereka,” jelas Dr Irwan.

Pemutaran dan diskusi film The Last Samurai tersebut, dihadiri puluhan mahasiswa/i dan beberapa orang dosen Stisipol Raja Haji Zamzami A Karim dan Suyito MSi. Kegiatan itu, dipandu oleh moderator seorang mahasiswa yakni Zul Binarto. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here