UKS, Musala dan Ruang Kelas

0
356

SDN 009 Tanjungpinang Timur Butuh Perbaikan 

TANJUNGPINANG – SDN 009 Tanjungpinang Timur, Kelurahan Kampung Bulang, Tanjungpinang, masih belum memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Bahkan tempat musala untuk siswa dan guru melaksanakan ibadah sangat memprihatikan dan perlu dibenahi.

Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah SDN 009 Andy Muslizat, saat menerima kunjungan Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga bersama Simon Awantoko, Selasa (31/1).

”Inilah ruang musala yang kami pakai. Memang perlu perbaikan, Pak,” kata Andy Muslizat, saat menunjukkan kondisi ruangan yang masih terbuat dari papan serta kaca jendela yang sudah tidak ada.

Andy Muslizat berharap agar ada ruang khusus untuk UKS. Terkait lokasi atau lahan, sudah ada tinggal terkait anggaran saja. Untuk sekarang tetap ada UKS, hanya kurang layak karena memanfaatkan ruang perpustakaan.

Selain ruang UKS dan musala, ia juga menunjukkan ruang perpustakaan dengan kondisi plafon bocor. Ia sudah berusaha meperbaiki, dengan meminta tukang menganti beberapa atas, tapi masih tetap saja ruangan tergenang air hujan.

Bukan hanya itu, ruang kelas VI juga bocor. Ini juga menjadi fokus sekolah, ia merasa kasihan kepada siswa saat hujan turun. Biasanya bisa menganggu proses belajar mengajar karena tidak nyaman.

Ade Angga menuturkan, sekolah hal penting diperhatikan mulai dari sarana dan prasarana pendukungnya. Ia berusaha akan mengusulkan perbaikannya, di APBD Perubahan mendatang.

”Ini masukkan yang bagus, saya akan coba usulkan nantinya. Tetapi sebagai pegangan dan dasar kami membahas, pihak sekolah membuat proposal ke Dinas Pendidikan dan tembusan ke DPRD Tanjungpinang, ya,” ujarnnya menjelaskan kepada pihak sekolah.

Ia menuturkan, ada beberapa yang prioritas yang perlu diperbaiki, di antaranya musala, UKS dan ruang kelas yang bocor. Kondisi sekolah di Tanjungpinang, masih banyak perlu dibenahi.

Bahkan belum lama ini, ia bersama Wakil Ketua II DPRD Tanjungpinang, Ahmad Dani mengunjungi sekolah Satu Atap di Madong, setelaj kunjungan itu, rencananya di APBD Murni akan diperbaiki.

”Alhamdulillah, tahun ini sudah ada anggaranya,” paparnya.

Andy Muslizat menambah, setiap tahun jumlah siswa yang belajar di sekolah tersebut terus menurun. Saat ini jumlah siswa sekitar 215 siswa, jumlah ini turun dari tahun lalu.

Ia melihat, turunnya jumlah siswa yang belajar di sekolah tersebut, karena sekolah itu berada di kota lama, yakni kelurahan Kampung Bulang.

”Pengembangan perumahan bergeser ke kawasan Bintan Centre. Kawan perumahan di kawasan sekolah ini, stagnan saja, mempengaruhi jumlah siswa yang akan belajar di sekolah ini,” tegasnya.

Kata di, sekolahnya yang berada di sekitar rawah sangat riskan kena banjir.

”Pak, kalau banjir halaman sekolah ini tergenang banjir air laut,” tegasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here