Ukuran Seragam Siswa Sedang Dirangkum

0
651
WALIKOTA dan Wakil Walikota Tanjungpinang H Syahrul-Hj Rahma disambut siswa SDN 017 Tanjungpinang Timur di sekolah itu di Perumahan Alam Tirta Lestari, belum lama ini.f-martunas/tanjungpinang pos

Orangtua Diminta Bersabar

Program seragam gratis untuk siswa di Kota Tanjungpinang sudah dimulai tahun ini. Namun, orangtua siswa diminta bersabar lantaran seragam gratis belum bisa dibagikan secepatnya. Saat ini, semua ukuran siswa sedang dirangkum.

TANJUNGPINANG – KEPALA Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Atmadinata M.Pd mengatakan, data-data siswa sudah dikumpulkan dari sekolah-sekolah yang menerima program tersebut baik itu sekolah negeri maupun swasta.

Setelah itu, mereka akan merangkum data-data tersebut sesuai dengan jenis ukuran dan jenis kelamin. Nanti, akan dipisahkan berapa jumlah siswi dan berapa jumlah siswa.

Setelah, mereka akan merangkum kembali ukuran yang sama. Misalnya, ukuran S, L, M dan ukurannya. Dari data inilah nanti akan diketahui, ukuran pakaian yang akan dibeli untuk selanjutnya diserahkan ke siswa.

Atmadinata menjelaskan, untuk seragam siswa, mereka tidak mendatangkan tukang jahit ke sekolah-sekolah yang menerima siswa baru. Namun, pihak sekolah menanyakan langsung kepada masing-masing orangtua siswa tentang ukuran baju dan sepatu anaknya.

Baca Juga :  Keluarga SMPN 5 Tanam Pohon

Data inilah yang kemudian dikumpulkan semua. Nantinya, baju seragam sekolah yang akan dibelikan sesuai data yang diberikan orangtua siswa ke sekolah-sekolah.

”Kita olah dulu data ini nanti. Barulah ketahuan, berapa sebenarnya jumlah siswi (perempuan) untuk SD dan berapa untuk SMP. Demikian juga jumlah siswa (laki-laki) untuk SD dan SMP. Barulah tahu berapa ukuran S yang akan dibeli, berapa ukuran M yang akan dibeli. Jadi bukan tukang jahit yang mengukurnya. Tapi ukuran pakaian dan ukuran sepatu anak-anaknya dari orangtua siswa itu sendiri,” ujar Atmadinata via ponselnya.

Dijelaskannya, untuk pengadaan seragam ini masih butuh waktu. Tidak bisa secepatnya. Meski demikian, mereka akan berusaha bekerja keras untuk mempercepat prosesnya.

Ia mengatakan, program seragam gratis ini berlaku sama untuk sekolah negeri dan swasta khususnya SD dan SMP. Sedangkan SMA, SMK dan MA bukan tanggung jawab Pemko lagi, melainkan tanggung jawab Pemprov.

Baca Juga :  Vega Ananda Juara Pertama Pembacaan Gurindam 12

Hanya saja, sebagian sekolah swasta yang ada di Tanjungpinang tidak menerima program tersebut. Baginya, itu tak masalah. Yang penting, anggaran yang disediakan untuk semua sekolah yang ada baik negeri dan swasta.

Ia mengatakan, program ini berlaku bagi siswa baru saja. Siswa Kelas II dan III tidak kebagian. Sehingga orangtua siswa jangan bertanya-tanya lagi tentang siapa saja yang berhak mendapatkan seragam gratis tersebut.

Program ini untuk membantu masyarakat saat masuk sekolah. Banyak kebutuhan orangtua siswa untuk membeli kebutuhan anaknya. Untuk itulah, dalam meringankan masyarakat, Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang H Syahrul-Hj Rahma membuat program ini.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu MM mengatakan, anggaran yang disahkan di APBD murni tahun 2019 untuk program ini sekitar Rp 7.923.150.000.

Baca Juga :  Bimbing Siswa Ikuti Kegiatan Positif

Anggaran ini untuk program bantuan siswa SD dan SMP dengan jumlah siswa SD sekitar 3.950 orang dan biayanya sekitar Rp3.803.150.000. Sedangkan untuk siswa SMP jumlah siswanya sekitar 4.100 orang dan biayanya sekitar Rp4.120.000.000.

Adapun bantuan yang diberikan nanti yakni 1 set baju OSIS lengkap, 1 set baju olahraga, 1 set baju kurung lengkap, 1 set baju Pramuka lengkap, 1 set baju batik, sepatu, tas, buku sekolah, pensil, penghapus dan kaos kaki.

Namun, berdasarkan data sementara dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, jumlah siswa baru SD dan SMP tahun ini sekitar 6.900-an orang.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here