Ular Muncul, Frengky Berteriak, Polisi Tinggal Borgol

0
658
Pakai SEBO: Empat tahanan kabur Polres Tanjungpinang berhasil ditangkap. Keempatnya ditutupi sebo. f-raymon/tanjungpinang pos

Pelarian Tahanan Kabur Berakhir di Sarang Hewan Buas

Penampakan ular dan dan genderuwo mengakhiri pelarian, Frengky Purba (35), tahanan Polres Tanjungpinang yang kabur bersama tiga temannya. Penangkapan itu terbantu hewan buas.

Tembeling – RUPANYA, daerah rawa Pulau Keter Laut Tembeling Bintan tempat Frengky Purba sembunyi dipercayai warga setempat sebagai sarang hewan buas dan banyak mistisnya.

Itu juga yang membuat Frengky berhasil ditangkap, Rabu (1/2) sekitar pukul 01.30 kemarin. Pengakuan Frengky, saat dirinya sembunyi di rawa-rawa itu, ia melihat ular dengan diameter sebesar drum.

Ular itu datang mengarah kepadanya seakan siap-siap menelannya. Frengky pun ketakutan dan berteriak minta tolong sekuatnya.

Sekitar 85 orang polisi yang menyusuri rawa-rawa itu mendengar teriakan pelaku dan langsung berlari menuju suara tersebut. Polisi tak perlu lagi repot-repot mencarinya.

Pasalnya, orang yang minta tolong itu adalah manusia paling dicari polisi malam itu, yaitu Frengky.

Polisi tinggal tangkap lalu dibawa ke Tanjungpinang dan langsung dijebloskan ke penjara.
Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi dari warga sekitar, daerah rawa itu memang banyak mistisnya. Bahkan, warga mempercayai di sana ada buaya, ular raksasa hingga genderuwo.

Bahkan, genderuwo yang terkadang muncul itu matanya seram warna merah dan rambutnya acak-acakan tidak tentu arah. Ular itu, sudah pernah dilihat beberapa warga. Namun, ada juga yang mempercainya hanya penampakan saja.

Meski demikian, daerah itu juga banyak ikan. Hanya saja, warga tak berani turun sendirian ke sana. Itu karena daerah tersebut sarat dengan mistis dan banyak penampakan yang menjagai wilayah tersebut.

Memang, saat Frengky ditangkap polisi, pelaku ketakutan dan syok. Pelaku menggigil bukan karena takut ke polisi, namun takut saat melihat ular raksasa tersebut.

Sejak pelariannya bersama tiga temannya, Minggu (29/1) lalu, Frengky sudah berada di rawa tersebut sejak, Selasa (31/1) pukul 09.00. Frengky bertahan di rawa itu sekitar 16,5 jam hingga akhirnya ditangkap. Sejak pelarian, ia belum makan. Meski demikian, ia tetap bertahan di rawa.

Pelaku yang satu ini lolos dari kejaran petugas karena dirinya menyelam ketika polisi lewat. Di bagian atas rawa itu, ia meletakkan daun-daun. Sehingga polisi tidak melihatnya.

Ketika polisi sudah pergi, pelaku keluar dari air. Ia pun duduk di sana sambil siaga. Rupanya, penampakan ular raksasa muncul.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro mengatakan, rencana pelarian akhir empat tahanan kabur adalah ke Batam. Bahkan, aksi kabur ini sudah direncanakan tiga minggu sebelumnya.

Namun, ada pembesuk yang membantu melancarkan aksi mereka dengan diam-diam membawa gergaji besi.

Selama tiga minggu itu, empat pelaku yang kabur tersebut gantian menggergaji besi pengaman plafon kamar mandi sel tahanan.

Setelah besi patah dan sudah bisa dilewati, keempat pelaku ini pun merencanakan kabur Minggu pagi lalu.

Usai kabur, aksi pelarian berikutnya sudah mulai diketahui polisi dengan adanya laporan warga yang kehilangan pompong di Jembatan 1 Dompak, Minggu (29/1) sekitar pukul 20.30.

Senin (30/1) pagi, datang pula warga Pulau Bayan yang melaporkan pompongnya hilang. Kemudian polisi turun ke Pulau Bayan untuk memeriksanya.

Di Pulau Bayan, polisi justru menemukan pompong milik nelayan Dompak yang dilaporkan hilang malam itu. Sedangkan pompong warga Pulau Bayan yang hilang tersebut masih sempat dilihatnya sekitar pukul 02.00.

Ia baru mengetahuinya sekitar pukul 07.00 dan melapor ke polisi. Rupanya, pompong warga Pulau Bayan itulah yang dibawa keempat pelaku ke Tembeling.

Sedangkan pompong nelayan Dompak ditinggalkan di sana karena habis minyak. Sekitar pukul 09.00 Selasa lalu, anggota Babinsa Tembeling melapor ke Polres Tanjungpinang tentang empat pria yang dicurigai.

Memang, keempat pria tak dikenal itu sempat minta makan ke warga dengan alasan bekal mereka habis saat memancing dan minta dibelikan bahan bakar.

Mendapat laporan itu, kapolres langsung mengirimkan 85 orang personel ke Tembeling. Rawa itu pun dikepung. Dua orang pelaku berhasil ditangkap sekitar pukul 14.30 Selasa lalu.

Sekitar pukul 17.30 di hari yang sama, polisi kembali menangkap satu pelaku lainnya. Barulah, Rabu (1/2) sekitar pukul (1/30), polisi berhasil menangkap Frengky atas bantuan ular raksasa yang dipercayai penuh mistis itu.

Adapun empat tahanan narkoba yang kabur yakni Anton (25) alamat Jalan Kuantan Gang Putri Ledang 7, Muharani alias Rani (23) alamat Jalan R.E Martadinata Kampung Melayu, Azumar alias Zamri (25) alamat Jalan Brigjen Katamso Gang Kenanga III dan Frengky Purba alias Andre (35) alamat Jalan Serai Perum Warendra.(Raymon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here