Umat Beragama Goro Bersihkan Klenteng

0
856
UMAT beragrama di Kampung Tua Penagi gotong-royong bersama membersihkan area klenteng untuk merayakan Imlek Februari mendatang.f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Toleransi antarumat beragama dalam menjalankan ibadah tercermin di wajah para warga Kampung Tua Penagi, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur.

Sejak berdirinya kampung itu, sebagai pusat perekonomian pertama Kabupaten Natuna hingga sekarang.

Kerukunan antarumat beragama, dan adat istiadat selalu rukun dan damai di kampung ini.

Salah satu contoh kerukunan umat beragama, dalam menjalankan ibadah terlihat dari berdirinya dua bangunan yaitu surau dan klenteng yang dibangun bersama-sama warga sekitar.

Setiap acara keagamaan keduanya, selalu bahu-membahu membersihkan dan membetulkan rumah ibadah.

Baca Juga :  Perda Perangkat Daerah Disahkan

Hal ini lah yang menjadi dasar kerukunan itu tetap ada hingga sekarang.

”Jika ada acara keagamaan, seperti Idul Fitri maupun Imlek warga selalu bersama-sama saling membantu untuk memeriahkannya,” kata Edi Suroso warga kampung tua penagi, ketika gotong-royong membersihkan area klenteng, Selasa (22/1).

Ketika peringatan hari besar islam, banyak juga warga Tionghoa turut membantu membersihkan surau, yang jaraknya hanya 2 meter saja.

”Sama ketika kita memperingati hari besar umat Islam, mereka juga membantu sebelum dan sesudah peringatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jual Makanan Buka Puasa, Dipadati Warga

Kebersihan rumah ibadah menjadi pedoman bagi warga Kampung Tua Penagi dalam menjalankan ibadah. Makanya, setiap rumah ibadah selalu bersih ketika ada acara keagamaan.

Jelang tahun baru Imlek 5 Februari mendatang, warga umat Konghucu bersama umat muslim turut serta laksanakan gorong-gorong bersihkan membantu membersihkan area klenteng.

”Kita sangat berterimakasih kepada warga umat muslim yang senantiasa membantu pelaksanaan gotong royong dalam menyambut tahun baru Imlek,” kata Budiono tokoh pemuda Tionghoa Penagi.

Meski dirinya dari umat Konghucu, namun tidak jarang ia mendukung seluruh kegiatan sosial di Penagi.

Baca Juga :  Warga Kecewa Tuan Rumah Tak Juara

Bukan saja pada kegiatan kepemudaan, namun juga pada kegiatan umat muslim di wilayahnya.

”Sudah dari jaman nenek kita, kerukunan umat beragama dan adat istiadat sudah kita tanamkan hingga kini, terlebih lagi sifat gotong-royong antarumat, sampai sekarang saja masih terus terjalin baik,” tandasnya. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here