UMKM Diabaikan

0
177
Salah satu pedagang kecil jualan di lapangan Pamedan saat ada acara yang digelar belum lama ini. f-martunas/tanjungpinang pos

Tidak Dapat Bantuan dari Pemerintah

Pemerintah Kota Tanjungpinang dinilai belum maksimal dalam mengembangkan potensi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Buktinya, keberadaan pelaku UMKM semakin sedikit. Banyak usahanya mulai gulung tikar. Habis modal usahanya tidak berkembang. Dari 12 ribu UMKM di Tanjungpinang, kini tinggal 6 ribuan. Sisanya tidak terdata dan tidak tahu apakah masih aktif atau tidak. Juga diperparah kondisi ekonomi di daerah maupun nasional melemah. Hal ini dipengaruhi secara global. Ditengah kondisi demikian, Pemko seharusnya memiliki penguatan ekonomi di tengah masyarakat.

Diantaranya dengan menghidupkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Tanjungpinang. Hanya saja, hal ini sulit terealisasi, karena dari ribuan yang didirikan tidak ada yang berkembang.

Hal ini dikatakan Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Reni kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

”Hal serupa terjadi pada Koperasi. Dari 500 koperasi, kini yang dapat didata hanya sekitar 200 lebih yang masih berkembang. Lainnya tidak ada kabar mengenai statusnya. Ini yang perlu didata kembali,” kata Reni, politisi Hanura Tanjungpinang.

Terkait hal ini, ia meminta melalui Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, dapat kembali mendata dan menumbuhkan jenis usaha-usaha baru di tengah masyarakat.

Reni menilai, perlu ada pembinaan terhadap pelaku UMKM dan koperasi yang tidak berkembang.

Menurutnya, kegagalan pelaku UMKM dan Koperasi karena berbagai faktor.

Diantaranya di bidang manajemen, pengembangan pasar, serta modal usaha untuk menjalankan usahanya. Sejumlah kegagalan ini perlu menjadi perhatian dan diperbaiki bersama.

Anggota DPRD Fraksi Hanura tersebut menuturkan, sejak tiga tahun terkahir, bahkan bantuan untuk UMKM dan koperasi di Tanjungpinang dalam stimulus pendanaan tidak ada. Yang ada hanya seminar-seminar.

Ia menilai, keberhasilan para pelaku UMKM juga tidak terlepas dari peran pemerintah yang harus membuat konsep dalam melakukan pembinaan. Sambungnya, tanpa adanya konsep maka diyakini, kegiatan mendirikan UMKM hanya sebatas seremoni dan keinginan.

Dicontohkannya, beberapa daerah yang pernah dikunjunginya. Seperti di Kabupaten Kampar, Riau sudah banyak UMKM yang berhasil dengan omzet ratusan juta per bulan. Bahkan ada bank yang berani meminjamkan modal kepada UMKM hingga miliaran rupiah.

Begitu juga dengan Batam, UMKM nya hidup dan berkembang.

Di Batam bukan mengandalkan dari APBD melainkan dari dana CSR perusahaan. Ini juga perlu peran dari pemerintah untuk mengkomunikasikan. Selain itu, adanya bantuan dari APBN.

Selain itu, melakukan pembinaan dan pendampingan, sebab usaha kecil juga perlu hal tersebut sebagai evaluasi serta masukan. Serta tak kalah penting mencarikan pasar untuk setiap produk dibuat.

”Kami rasa koperasi dan UMKM di Tanjungpinang bisa melakukan demikian. Asalkan peran pemerintah serius dalam melakukan bimbingan serta bantuan modal maupun lainnya,” terangnya. Pemerintah juga diminta selektif dalam memilih usaha berpotensi dipasarkan hingga ke luar daerah dan ke luar negeri. (DESI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here