UMRAH dan IMT Perancis Jalin Kerja Sama Alternative Energy Project

0
616
FOTO BERSAMA: Dr Sary Awad dari IMT Nantes Perancis (tengah) foto bersama Rektor UMRAH Prof Dr Syafsir Akhlus MSc (kedua dari kanan) sebelum mengisi kuliah umum tentang energi alternatif di Kampus Senggarang, Tanjungpinang. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji (FT-UMRAH), kedatangan tamu asal Perancis Dr Sary Awad.

Pertemuan dilaksanakan selama tiga hari mulai Jumat sampai Minggu (6-8/10) kemarin di Kampus UMRAH, Dompak, Tanjungpinang. Dr Sary Awad merupakan ahli bahan bakar alternatif dari IMT Atlantique Nantes, Perancis.

Ini merupakan kunjungan pertama yang direncanakan akan melakukan kerja sama ditandai dengan MoU. Ini bukan hanya kepada UMRAH melainkan juga dengan beberapa pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Wilayah Barat.

Kesepakatan tersebut sudah membentuk French Indonesia Consortium in Engineering and Management (FICEM) di acara Joint Working Group (JWG) pada tahun 2014 di Medan.

Pada 2017 ini, JWG 2017 dilaksanakan Yogyakarta, sebelum Dr Sary Awad mengkonfirmasi mengenai kunjungannya ke UMRAH dan bertemu Prof Dr Syafsir Akhlus MSc selaku rektor. Pertemuan juga dihadiri Ketua Kantor Urusan Internasional Deny Nusyirwan ST MSc.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya telah memaparkan mengenai penelitian mengenai energi alternatif dan biofuel. Itu menjadi waktu untuk diskusi yang menarik dan tukar pengalaman serta ide untuk mempelajari potensi penelitian bersama atau joint research.

Salah satu perbincangan tersebut menghasilkan bahan bakar alternatif dari sampah atauu waste serta sampah rumah tangga atau household wastes. Tidak hanya itu, sampah dan limbah dari industri elektronik, industri garmen dan beberapa industri lain dipelajari agar bisa dimanfaatkan.

Pengolahan itu, dengan menggunakan metode fat trap dan beberapa metode atau proses sebelum di buang ke alam ataupun tempat pembuangan akhir.

Dalam pembicaraan, diharapkan agar peralatan pengolahan tersebut dapat juga ditempatkan di perumahan yang memiliki tempat pembuangan sampah lokal.

Dosen dari jurusan TE UMRAH, Rozeff Pramana ST MT menyambut gembira rencana penelitian bersama tersebut. Pihaknya juga telah meyakinkan Sary Awad, akan kesiapan dan kemampuan dosen beserta mahasiswa-mahasiswi jurusan TE UMRAH untuk melakukan survey dan mapping mengenai waste for energy.

Pihkanya memilih Provinsi Kepri sebagai pilot area pelaksanaan.
Terkait hal ini, Syafsir Akhlus sangat mendukung hasil diskusi dan rencana kerja sama tersebut.

Sebelumnya, Dr Sary Awad diminta Eko Prayetno untuk memberikan kuliah kepada mahasiswa dan mahasiswi Prodi TE di Auditorium Kampus UMRAH, Senggarang Tanjungpinang.

Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya menggunakan energi yang ramah lingkungan yang berkelanjutan atau Environmental Friendly Sustainable Energy. Beberapa teknik untuk mendapatkan bahan bakar dari sampah dan plastik.

Ia juga menunjukkan mengenai fasilitas pengolahan sampah plastik di laboratoium IMT Atlantique, Nantes. Para mahasiswa yang hadir sangat antusias mengikuti presentasi yang dilaksanakan. Bahkan ada sesi tanya jawab, agar para mahasiswa dapat menanyakan hal-hal yang dinilai perlu.

Tidak lupa Dr Sary awad juga memotivasi mahasiswa, untuk melanjutkan pendidikan S2 di Perancis dengan memanfaatkan beberapa kemudahan yang ada sebagai anggota FICEM.

Setelah itu, Dr Sary Awad diajak Anton Hekso ST MSi dan Tony Suhendra ST MSi berkunjung ke sekolah SMA Negeri 4 untuk mensosialisasikan mengenai energi alternatif dan perkuliahan di luar negeri kepada siswa dan siswi.

Hal ini sejalan juga dengan program dari kantor urusan internasional UMRAH, yang meminta setiap dosen tamu dari luar negeri yang didampingi dosen dan mahasiswa/i untuk singgah di satu sekolah di Tanjungpinang atau Bintan dalam rangka internasionalisasi perguruan tinggi.

Selain acara resmi diatas, dosen dan mahasiswa juga telah mendampingi Sary Awad mengunjungi daerah wisata Bintan Lagoi. Selain itu, memperkenalkan wisata sejarah Pulau Penyengat. Tempat lahirnya Bahasa Indonesia.

Diharapkan, dari hasil kunjungan tersebut akan dapat memberikan informasi mengenai potensi daerah Kepri yang dapat menunjang penelitian energi alternatif dan bio diesel untuk wilayah kepulauan. Ini sangat penting bagi masa depan.(ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here