UMRAH dan NUS Kembangkan Solar Surya

0
790
MENINJAU: Martin Henz (kedua dari kiri) bersama tim dari UMRAH saat meninjau pembuatan kapal kayu di Bintan. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji (FT-UMRAH), kedatangan Associate Professor Martin Henz dari Singapura, pekan lalu.

Martin Henz merupakan tenaga pengajar di Design Centric Program (DCP) dan Director University Scholar Program (USP) di National University Singapore (NUS).

Tujuan kunjungannya ke UMRAH untuk memulai pembicaraan mengenai kerjasama proyek taksi laut bertenaga surya (solar water taxi project) UraNus. Ini akan membantu para pengguna kapal kayu atau pompong terkait jenis BBM nya.

Dengan target utama, nantinya pompong akan diuji coba dengan jarak tempuh 15 menit untuk sekali perjalanan atau one way. Proyek pengembangan itu akan diaplikasikan di wilayah Provinsi Kepri.

Dalam projek ini, akan melibatkan mahasiswa DCP NUS dan Prodi Teknik Elekto UMRAH sebagai pelaku utamanya dengan menerapkan pola pembelajaran experience learning.

Baca Juga :  Mahasiswa Simulasi Sidang PBB

Dimana mahasiswa, ataupun mahasiswi yang terlibat akan langsung di ajak terjun ke lapangan untuk mempraktekkan hasil teori pembelajaran di kelas.

Agenda pertama dimulai dengan kunjungan lapangan, pada selasa (26/9) pagi ke lokasi pembuatan kapal kayu di daerah Bintan. Agenda itu, untuk memberikan informasi mengenai pembuatan kapal kayu tradisional yang diaplikasikan dengan solar tenaga surya.

Selanjutnya, pada sore harinya diadakan rapat yang langsung di pimpin Eko Prayetno ST M Eng sebagai ketua Prodi Teknik Elekro dan juga sebagai project director.

Rapat itu juga dihadiri Head of Project Designer Kantor Hubungan Internasional, Anton Hekso ST MSi dan Deny Nusyirwan ST MSc. Dalam rapat telah disepakati, mengenai spesifikasi UraNus dan telah menekankan bahwa projek berbasiskan students experience learning ini akan juga mengutamakan knowledge transfer kepada mahasiswa.

Baca Juga :  1.014 Maba Lulus SBMPTN 2017

Tujuannya, agar dapat melestarikan kemampuan pembuatan kapal kayu khas melayu atau malay wooden boat didukung dengan kemampuan akademik dalam mempergunakan perangkat lunak.

Didalam pola pembelajarannya, sebagai contoh adalah penggunaan software autodesk dan solidwork untuk analisis dalam merancang purwarupa (prototype). MaxSurf untuk mensimulasikan aliran gelombang akibat bentuk kapal yang dirancang, dan Ansys untuk analisis kemampuan struktur kapal.

Eko Prayetno sangat menyambut gembira tawaran kerjasama tersebut.
Anak kelahiran Kijang yang merupakan lulusan S1 Sistem Perkapalan ITS, dan S2 Universitas Marine Engineering (UTM) ini meyakini Prodi Teknik Elektro UMRAH siap bergabung pada projek yang ditawarkan oleh Martin Henz.

Deny Nusyirwan dari jurusan Hubungan Internasional UMRAH yang juga anak Tanjungpinang ini merupakan kesempatan untuk ke jenjang internasionalisasi.

Baca Juga :  Teknik Informatika UMRAH Kini Akreditasi B

Dimana mahasiswa akan bekerjasama dan berkoordinasi dengan mahasiswa luar negeri untuk mencapai sebuah tujuan yang sama dan menciptakan sebuah international learning experience.

Rozeff Pramana, dosen UMRAH lulusan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) dan S2 Trisakti Jakarta bidang Telekomunikasi, memiliki harapan besar terhadap jurusan Prodi Teknik Elektro. Agar prodi tersebut menjadi unggul di bidang elektro kemaritiman. Dengan adanya kesempatan ini, menjadi kerja sama yang positif. Sangat membantu penelitian kedepan. ”Harapannya, para mahasiswa dapat terus memiliki penemuan terbarukan untuk masyarakat di Kepri dan umumnya Indonesia,” tuturnya.(ADLY BARA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here