UMRAH Dukung Pengembangan Energi dan Transportasi

0
683
Ibnu Kahfi Bachtiar

Tanjungpinang – FAKULTAS Teknik (FT) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dituntut untuk mengembangkan konsep kemaritiman di bidang penyediaan energi terbarukan serta sumberdaya di bidang industri kelautan.

Hal ini disampaikan Ibnu Kahfi Bachtiar ST Msc, Dekan FT UMRAH, Selasa (14/3) di gedung Rektorat UMRAH, Dompak.

Ia Pekan lalu dilantik menjadi Dekan. Kini Ibnu Kahfi memiliki segudang pekerjaan untuk mengembangkan isu strategis di bidang kemaritiman tentang energi terbarukan.

”Saat ini, kami telah memiliki beberapa instalasi turbin angin, sebagai wadah penelitian pengembangan energi listrik terbarukan yang melibatkan dosen serta mahasiswa,” ujar Ibnu Kahfi, Selasa (14/3).

Menurutnya, FT merupakan salah satu fakultas yang menjadi tumpuan dalam pengembangan pada sektor kemaritiman.

Pasalnya, FT UMRAH akan lebih banyak berperan untuk mengembangkan sektor kemaritiman Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mendukung penerapan energi terbarukan, informasi serta transportasi.

”Terkait pengembangan energi listrik terbarukan, kami mengupayakan kerjasama dengan pemerintah daerah, untuk bersama-sama mengembangkan dan menyediakan solusi listrik kedepannya bagi pulau-pulau,” jelasnya.

Hal itu sebagai solusi, bagi ketersediaan kebutuhan listrik bagi masyarakat yang berada di pulau-pulau terpencil yang tidak mungkin dilalui interkoneksi listrik.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan penyedian energi untuk Kepri, pihaknya telah melakukan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa perguruan tinggi yang ternama di luar Kepri.

Perguruan tinggi itu di antaranya, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITB). Sedangkan dari luar negeri, Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dan kerjasama antar negara dalam pertukaran mahasiswa Perancis dan Indonesia.

”Teknologi itu mudah didapat, tetapi perlu dilakukan kerjasama dan pengembangannya dalam penguasaan teknologi itu,” ungkapnya.

Untuk itu, konsep serta model dari pengembangan itu membutuhkan contoh serta model untuk mendukung pemerintah dalam menyediakan solusi listrik.

Rektor UMRAH Prof Dr Syafsir Akhlus M Sc menambahkan, UMRAH harus aktif dalam pengembangan kawasan Kepri yang berbatasan dengan negara asing.

Saat ini secara sektoral UMRAH telah banyak terlibat dalam beberapa kerjasama penelitian yang berskala nasional dan daerah.

Salah satunya penelitian ekosistem terumbu karang, melalui program Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI).

Kerjasama itu dilakukan dengan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH.

”Untuk daerah kita telah mendapat dukungan penuh dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemerintah Provinsi Kepri,” tegasnya.

Menurutnya, FT UMRAH sebagai tumpuan bagi Kepri dalam pengembangan sektor kemaritiman dalam memaksimalkan kemajuan di bidang teknologi kelautan seperti halnya industri kemaritiman.

UMRAH sejauh ini telah menjadi mitra strategis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), untuk melakukan penelitian sektor kelautan bersama kementerian Kelautan dan Perikanan.

”UMRAH bukan untuk menyaingi universitas ternama di Indonesia, tetapi UMRAH memiliki konsep strategis dalam pengembangan sektor kemaritiman Kepri, dan harus berperan aktif memajukan sektor kelautan, energi, serta informasi untuk Kepri ke depannya,” sebutnya.

Sebagai responnya, Syafsir Akhlus mengatakan akan ada Program Studi (Prodi) baru pada FT UMRAH yakni Prodi Sains dan Teknologi.

Tujuannya jelas, sebagai prodi yang berkonsentrasi pada pengembangan ilmu sains untuk mendukung sektor kelautan.(ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here