UMRAH Raih Bantuan Kurikulum Merdeka

0
243
GEDUNG Rektorat Kampus UMRAH yang berdiri dikawasan Dompak. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Setelah mengikuti seleksi nasional, tiga Program Studi (Prodi) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menerima bantuan kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ketiga program studi tersebut adalah Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik serta Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik.

Melalui hibah ini, UMRAH didorong menciptakan kultur belajar yang inovatif dan tidak mengekang karena sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Ketua Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik, Ferdi Chahyadi mengatakan, perolehan ini merupakan tindak lanjut dari proposal yang diajukan bersama program studi lainnya di UMRAH.

”Kita sudah menjalin kerja sama dengan mitra mulai dari instansi pemerintah dan industri, guna peningkatan kualitas keahlian mahasiswa. Apalagi sekarang melalui program pemerintah ini, adanya pengakuan akademik yaitu tambahan Sitem Kredit Semester (SKS) yang ditempuh. Jadi selain mendapatkan pengalaman kerja diluar kampus, ini juga akan mempercepat proses masa belajar karena target SKS nya terpenuhi”, ungkapnya.

Baca Juga :  Perkenalkan Prodi Hukum Keluarga Lewat Seminar

Lebih lanjut Ferdi menjelaskan, saat ini Teknik Informatika telah melakukan mitra kerja sama dengan beberapa perusahaan berskala nasional dan global, seperti Oracle Academy, MikroTik, Apple Academy, Tokopedia, Dicoding, Pelindo, IT Center BP Batam dan beberapa industri besar di Batam.

”Kita ingin alumni UMRAH juga sejajar, dengan lulusan kampus dunia terkait skil dan keterampilannya dibidang IT. Sehingga nanti mereka bisa bersaing didunia kerja baik di lokal, nasional dan regional asia tenggara”, tambahnya.

Senada dengan hal yang sama Ketua Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Aditya Hikmat Nugraha, telah menyiapkan 8 kegiatan yang akan menjadi penilaian SKS untuk mendukung kurikulum Kampus Medeka seperti Pertukaran Pelajar, Magang/Praktik Kerja, Assistensi Mengajar, Penelitian/Riset, Proyek Kemanusian, Wirausaha, Studi Proyek Independen, dan KKN Tematik.

Baca Juga :  32 Pengurus Himanegara FISIP UMRAH Dilantik

”Sebenarnya kurikulum Kampus Merdeka ini sudah kita jalankan, karena sebagian kegiatan akademik itu merupakan komponen dari program kampus merdeka itu sendiri. Kedepannya kerjasama dengan mitra ini akan kita perluas. Sehingga keterampilan dan wawasan mahasiswa juga jauh lebih berkembang”, ungkap Aditya Nugraha.

Menurut Aditya, 8 kegiatan yang telah disiapkan ini akan mampu menciptakan mahasiswa yang berdaya saing, kompeten dan siap dalam menghadapi dunia kerja di era distrupsi ini.

”Program Merdeka Kampus adalah sejumlah kegiatan belajar mahasiswa Sarjana Satu (S-1) di luar kampus, yang akan diberikan bobot penilaian Sistem Kredit Semester (SKS). Hal itu merupakan bagian dari kebijakan Kampus Merdeka, yakni hak belajar tiga semester di luar program studi dan di luar kampus”, tambahnya.

Baca Juga :  Peringati Hardiknas dengan Bakti Sosial

Diharapkan dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, mahasiswa dapat memiliki kebebasan menentukan rangkaian pembelajaran. Sehingga tercipta budaya belajar mandiri, lintas disiplin dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman yang berharga untuk diterapkan”, ucap Aditya seraya menyampaikan harapannya. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here