Umumkan Kelulusan dengan Transparan!

0
446
MENDAFTAR: Lulusan SMP antusias mendaftar di SMAN 2 Tanjungpinang, Senin (3/7). F-YOAN/TANJUNGPINANG POS

MBS Mohon kpd pihak sekolah SMAN/SMKN untuk pengumuman nama-nama peserta ppdb berdasarkan rangking agar transparan bukan berdasar nilai terendah dan tertinggi tanpa mencantumkan nama
+6281364788823

TANGGAPAN:
PPDB tahun ini ditetapkan dengan memprioritaskan zonasi. Hanya saja, masyarakat tidak banyak tahu apa itu zonasi. Hal itu dikarenakan sosialisasinya tidak intens. Masih banyak masyarakat yang mendaftar di luas zonasi tempat tinggalnya. Mereka ditolak dan diminta mendaftar di sekolah dekat tempat tinggalnya.

Dinas Pendidikan melarang keras orangtua siswa mendaftarkan anaknya di dua sekolah. Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) se-Kepri harus mengawasi sekaligus mempertanyakan kepada calon orangtua maupun peserta didik, supaya tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Saya terus pantau dan meninjau secara acak. Memang ada ditemukan orangtua yang mendaftarkan anaknya sampai dua sekolah. Saya bilang, pilihlah antara satu, karena tidak dibenarkan seperti itu, kita harus ikut prosedur, dan tidak boleh sesuka hatinya saja.

Berdasarkan hasil musyawarah antarkepala sekolah SMA sederajat se-Kepri, semua prosedur tentang tata cara PPDB ini sudah diatur, supaya tidak terdapat masalah baik saat ini maupun kemudian hari. Aturan ini sudah disepakati seluruh kepala sekolah SMA sederajat se-Kepri. Dan hal itu terus dipantaunya setiap hari. Pendidikan di Kepri ini harus berkarakter, jangan semakin bertambah usia, model pendidikan dan pertumbuhan attitude (sikap) siswanya masih tidak terukur.

Kita ingin siswa berkelakuan dan attitude anak teruji. Jadi yang kita butuhkan tidak hanya prestasi, melainkan akhlak mereka harus baik. Kita inginkan, ada perubahan. Proses PPDB menurut laporan kepala SMA sederajat se-Kepri tidak ada masalah yang cukup fatal, sampai tak dapat diselesaikan. Sejak Awal PPDB saya terus pantau sampai saat ini. Tentang zonasi wilayah itu sudah mengacu pada Permendikbud Nomor 17 tahun 2017. Itu secara general zonasi tersebut. Tapi oleh pemprov zonasi tersebut supaya tidak menumpuk di suatu sekolah. Zonasi ini untuk mencegah terjadinya penumpukan di suatu sekolah.(ais)

Arifin Nasir
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here