UNBK, Listrik Padam di Dua Sekolah

0
281
Sekda Tanjungpinang Riono memantau pelaksanaan UNBK siswa kelas IX SMPN 6 Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Listrik padam di dua sekolah saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (22/4) pagi.

Dua sekolah tersebut yaitu SMPN 1 Tanjungpinang dan SMAN 3 Tanjungpinang yang ditumpangi siswa kelas IX SMPN 3 Tanjungpinang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang mengaku menerima informasi terkait padamnya listrik di sela-sela siswa melaksanakan ujian.

Menurut informasi yang diterima listrik kembali menyala setelah dicek petugas PLN.

Ia menuturkan, sudah melakukan koordinasi kepada pihak manajemen PLN, agar menugaskan pegawainya di sekolah-sekolah yang melaksanakan ujian, khususnya sistem UNBK.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN, harusnya di setiap sekolah ada petugas PLN yang standby. Tadi di SMPN 1 Tanjungpinang ada. Sedangkan di SMPN 3 petugas PLN belum datang,” tuturnya.

Dadang menuturkan, pelaksaan ujian SMP tahun ini masih dengan dua cara. Yaitu 23 sekolah melaksanakan UNBK dan lima sekolah lainnya masih manual atau Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK). Dengan jumlah 3.964 siswa yang mengikuti ujian.

Lima sekolah yang manual yaitu, SMPN 9 Pulau Penyengat, SMPN 10, SMPN 11, SMPN 13 dan SMPN 14 Madong.

23 sekolah yang melaksanakan UNBK terdiri dari 11 sekolah swasta dan 12 lainnya sekolah negeri.

Dituturkannya dari 12 sekolah negeri itu, baru SMPN 1 yang mandiri. Sekolah itu memiliki komputer dan perangkat pendukung sendiri. Sedangkan 11 sekolah lainnya masih menumpang SMA sederajat di Tanjungpinang.

Selain itu, Dadang menuturkan di hari yang sama 3.920 siswa dari 70 SD melaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).

Pagi itu ia memastikan pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Tanjungpinang. Di tempat berbeda Sekda Tanjungpinang, Riono memantau pelaksanaan siswa SMPN 6 yang menumpang di SMAN 4 Tanjungpinang.

Riono menuturkan, pengadaan komputer untuk sekolah-sekolah khususnya SMP sudah harus segera dilaksanakan. Agar ke depan bisa melaksanakan ujian secara mandiri.

Bila tidak bisa sekaligus, maka dilakukan secara bertahap. Sesuai kemampuan anggaran dan kesiapan sekolah.

“Kalau SMPN 6 Tanjungpinang kurang komputer saja, kalau ruangan sudah disiapkan tiga kelas. Jadi ke depan tinggal menyediakan kekurangan komputernya,” ucapnya.

Ia menuturkan, untuk mendapat bantuan komputer, pihak sekolah harus memastikan ketersediaan ruangan dulu.

“Ada beberapa sekolah mau komputer tapi ruangan belum ada. Ini pun sulit diakomodir, kami akan data sekolah yang sudah siap yang lebih dahulu sembari menunggu sekolah lain menyiapkan ruangan,” tuturnya.

Kepala SMPN 6 Tanjungpinang, Irmalinda menuturkan, sudah tiga tahun terakhir siswanya menumpang pelaksaan UNBK di SMAN 4 Tanjungpinang karena kekurangan komputer.

Syarat sekolah melaksankan ujian di sekolah, minimal memiliki 80 komputer. Kini tersedia di sekolahnya baru 15 komputer.

“Masih kurang 65 komputer lagi, mudah-mudahan pemerintah bisa segera bantu mengadakan,” ucapnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here